Kejar Standar OECD, Indonesia Eximbank Gandeng IIF Perkuat Implementasi ESG

Jakarta, 3 Maret 2026 – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank menjalin kolaborasi strategis dengan PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) guna memperkuat penerapan standar internasional dan integrasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam proses bisnis.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait penyediaan jasa konsultasi. Fokusnya bukan sekadar formalitas keberlanjutan, tetapi penguatan fondasi kebijakan, pedoman operasional, serta kerangka manajemen risiko yang selaras dengan praktik global.

Kolaborasi ini juga mencakup penyelenggaraan ESG Workshop yang menitikberatkan pada penerapan standar Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) serta praktik terbaik internasional dalam skema Export Credits dan Credit Guarantees.

Baca juga: SHV Lakukan Ekspor Perdana Rempah Maluku ke Vietnam

Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank, Sukatmo Padmosukarto, mengatakan kemitraan ini bukan sekadar pemenuhan aspek keberlanjutan, melainkan langkah konkret dalam merespons dinamika dan tuntutan global.

“Melalui sinergi ini, Indonesia Eximbank menegaskan perannya tidak hanya sebagai lembaga pembiayaan ekspor, tetapi juga sebagai katalisator peningkatan daya saing nasional melalui penerapan praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” tutur Sukatmo.

Sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Indonesia Eximbank berkomitmen menyelaraskan operasionalnya dengan standar OECD. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat kesiapan institusi dalam mendukung agenda pemerintah menuju keanggotaan penuh Indonesia di OECD.

Integrasi ESG ke dalam proses bisnis diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas portofolio pembiayaan ekspor, tetapi juga mendorong pelaku usaha nasional menjadi lebih kompetitif dan resilien di pasar global.

Gandeng Mitra Berpengalaman di ESG

Indonesia Eximbank memilih IIF sebagai mitra dengan mempertimbangkan rekam jejaknya sebagai pionir penerapan ESG di Indonesia. IIF didirikan oleh Pemerintah Indonesia bersama sejumlah lembaga keuangan multilateral seperti International Finance Corporation (IFC), Asian Development Bank (ADB), DEG, dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC).

Baca juga: OCBC Salurkan Pembiayaan Berkelanjutan Rp113 Miliar untuk Proyek PLTS

Dalam kerja sama ini, IIF akan memberikan pendampingan strategis untuk memperkuat kebijakan ESG, sistem manajemen risiko lingkungan dan sosial, hingga pengelolaan emisi karbon. Pendekatan ini dirancang untuk memastikan Indonesia Eximbank memenuhi standar dan kriteria internasional secara komprehensif.

Presiden Direktur IIF, Rizki Pribadi Hasan menyampaikan, kerja sama ini merupakan langkah strategis IIF untuk mendukung transformasi perusahaan di Indonesia melalui penguatan kerangka ESG yang terstruktur. 

“Kami percaya bahwa implementasi ESG akan menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi kedua institusi,” ujarnya.

Selain pembiayaan proyek infrastruktur, IIF juga aktif menyediakan jasa konsultansi bagi sektor publik dan swasta, mulai dari feasibility study, transaction advisory, financial advisory, hingga social and environment advisory serta policy advisory.