LASIK Mata Prosedur Cepat dan Aman untuk Lepas dari Kacamata

Jakarta, 15 Januari 2026 – LASIK mata semakin dikenal sebagai salah satu cara modern untuk memperbaiki penglihatan, khususnya bagi mereka yang mengalami rabun jauh atau astigmatisme. Prosedur ini kerap dipilih karena dinilai praktis, cepat, dan mampu memberikan perubahan signifikan dalam aktivitas sehari-hari tanpa harus bergantung pada kacamata atau lensa kontak.

Secara sederhana, LASIK adalah tindakan medis yang menggunakan teknologi laser untuk membentuk ulang kornea. Dengan bentuk kornea yang lebih ideal, cahaya dapat masuk ke mata dan difokuskan dengan tepat ke retina, sehingga penglihatan menjadi lebih jernih. Di Indonesia, LASIK sudah lama tersedia dan terus diminati seiring meningkatnya kesadaran akan kualitas hidup dan kenyamanan visual.

Salah satu alasan utama banyak orang memilih LASIK adalah prosesnya yang singkat. Tindakan ini umumnya hanya memerlukan waktu sekitar 10–15 menit untuk kedua mata dan dilakukan tanpa pisau bedah. Pasien hanya diberikan anestesi berupa tetes mata, sehingga tidak merasakan nyeri selama prosedur berlangsung. Bahkan, sebagian besar pasien sudah bisa merasakan perbaikan penglihatan dalam hitungan jam setelah tindakan.

Baca juga: Kondisi Kesehatan Ibu Berdampak pada Stabilitas Psikologis Keluarga

Meski terlihat sederhana, LASIK bukan prosedur yang bisa dilakukan sembarangan. Tidak semua orang memenuhi syarat untuk menjalani tindakan ini. Usia minimal 18 tahun, kondisi mata yang sehat, serta penglihatan yang stabil menjadi beberapa faktor utama yang harus dipenuhi. Selain itu, ibu hamil atau menyusui serta penderita penyakit tertentu juga biasanya tidak disarankan menjalani LASIK.

Sebelum prosedur dilakukan, calon pasien akan menjalani serangkaian pemeriksaan mata. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan kondisi mata benar-benar siap dan aman untuk dikoreksi dengan laser. Dokter akan memeriksa kelainan refraksi, ketebalan dan bentuk kornea, tekanan bola mata, hingga produksi air mata. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter dapat menentukan apakah LASIK merupakan pilihan yang tepat.

Prosedur LASIK sendiri terdiri dari beberapa tahap. Setelah pemetaan kornea dilakukan secara detail, dokter akan membuat lapisan tipis pada permukaan kornea dengan teknologi laser yang presisi. Selanjutnya, kornea dibentuk ulang sesuai kebutuhan setiap mata. Setelah selesai, lapisan tersebut dikembalikan ke posisi semula dan akan menempel secara alami tanpa jahitan.

Setelah tindakan, pasien biasanya diperbolehkan pulang di hari yang sama. Masa pemulihan LASIK relatif cepat, meski tetap diperlukan kehati-hatian. Dokter umumnya menyarankan pasien untuk beristirahat, tidak mengucek mata, serta menggunakan obat tetes mata sesuai anjuran. Dalam beberapa minggu, penglihatan akan terus menyesuaikan dan menjadi lebih stabil.

Baca juga: Tzu Chi Hospital Catatkan 100 Tindakan Bedah Robotik

Seperti prosedur medis lainnya, LASIK juga memiliki kemungkinan efek samping. Beberapa orang mungkin mengalami mata kering, silau, atau penglihatan yang terasa sedikit berubah-ubah pada awal masa pemulihan. Namun, kondisi ini umumnya bersifat sementara dan akan membaik seiring waktu.

Bagi banyak orang, LASIK bukan sekadar soal penglihatan yang lebih jelas, tetapi juga tentang kenyamanan dan gaya hidup yang lebih praktis. Meski demikian, keputusan untuk menjalani LASIK sebaiknya tetap didahului dengan konsultasi menyeluruh bersama dokter mata agar prosedur yang dipilih benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Artikel ini ditinjau oleh Ditinjau oleh: Dr. Marsha Rayfa Pintary, SpM