Lintasarta Umumkan Tiga Startup Teratas Semesta AI 2025
Jakarta, 15 Desember 2025 – Lintasarta mengumumkan tiga startup teratas Semesta AI 2025, menandai babak lanjutan dari gerakan AI Merdeka untuk memperkuat ekosistem kecerdasan artifisial nasional yang aman, inklusif, dan berdaulat. Pengumuman ini merupakan hasil penjurian Semesta AI Pitch Day yang digelar Oktober lalu di Jakarta.
Program Semesta AI dirancang sebagai platform strategis untuk mempercepat adopsi AI lintas industri melalui pengembangan talenta, akselerasi startup, dan perluasan implementasi use case. Tahun ini, ratusan startup dari berbagai daerah mendaftar, dengan 10 finalis terpilih yang memperoleh akses GPU Merdeka, peluang komersialisasi melalui Lintasarta AI Marketspace Universe (LAMPU), serta potensi kolaborasi dengan lebih dari 2.300 pelanggan korporasi Lintasarta.
Dari proses penilaian dewan juri, tiga startup meraih nilai tertinggi berdasarkan inovasi solusi, relevansi terhadap kebutuhan nasional, model bisnis, implementasi teknologi AI, serta kualitas pitching.
Dewan juri Semesta AI Pitch Day tahun ini yang memberikan penilaian diantaranya Dandy Yudha Feryawan — Direktur Teknologi Digital Baru, Kementerian Parekraf, Gidion Suranta Barus — Chief Cloud Officer Lintasarta, Nurendrantoro — Head of Industry Solution Lintasarta, Benjamin Chan — Head of NVIDIA Startup Inception Program Asia Pacific, dan Anissa Dyah Setyowati — Principal, Spiral Ventures SEA.
Baca juga: Videotto, Startup Bikinan Anak Muda Berusia 18 Tahun Raup Pendanaan dari East Ventures
Gidion Suranta Barus, Chief Cloud Officer Lintasarta, mengatakan, Semesta AI adalah platform strategis bagi Indonesia untuk mempercepat transformasi kecerdasan artifisial yang inklusif dan berdaulat.
“Semesta AI adalah bukti bahwa inovasi merupakan salah satu pilar utama AI Merdeka, dirancang untuk memperkuat Tiga startup teratas tahun ini menunjukkan bahwa inovasi berbasis AI di Indonesia tidak hanya semakin matang, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan industri secara nyata. Dengan akses GPU Merdeka, LAMPU, dan jaringan pelanggan kami, Lintasarta berkomitmen mempercepat adopsi teknologi mereka ke level nasional.” kata Gidion.
Berikut tiga startup teratas Semesta AI 2025:
1. BETA-UAS — Revolusi Drone Otonom untuk Industri Strategis
BETA-UAS (PT Bentara Tabang Nusantara) adalah perusahaan teknologi drone berbasis Bandung yang berdiri sejak 2016. Startup ini mengembangkan Unmanned Aircraft Systems (UAS) untuk kebutuhan pemetaan, inspeksi, monitoring, dan operasi di beberapa sektor industri.
Melalui metode pengembangan cepat “BETA Way”, startup ini mampu menghadirkan platform UAV kustom dalam waktu hanya 3–6 bulan, menjadikannya salah satu penyedia solusi drone paling adaptif di Indonesia.
BETA-UAS kini mendukung sektor-sektor strategis seperti pertanian, kehutanan, pertambangan, minyak & gas, energi, logistik, hingga pertahanan dan penegakan hukum.
BETA-UAS mengusung model Drone-as-a-Service, yaitu penggunaan drone berbasis langganan (opex), tanpa capex besar. Dengan TKDN tertinggi di pasar (56,79%), layanan purna jual cepat (minimum downtime), serta 18 konfigurasi drone, BETA-UAS menjadi pilihan pelanggan pemerintah dan BUMN.
- Momofin — Infrastruktur Kepercayaan Digital untuk Dokumen Perusahaan
Momofin adalah startup keamanan dokumen digital yang dibangun untuk menjawab meningkatnya risiko pemalsuan dokumen, sebuah tantangan yang dialami hingga 78% perusahaan secara global.
Startup ini menyediakan infrastruktur kepercayaan digital yang mengautentikasi, memverifikasi, menandatangani, dan mengamankan dokumen secara end-to-end. Sejak berdiri pada 2022, Momofin telah memproses lebih dari 1 juta dokumen, melayani lebih dari 200 perusahaan, dan membantu penghematan hingga 70% biaya operasional.
Baca juga: Tenaga Ahli AI dan Analis Data Makin Dibutuhkan, Yayasan ini Siap Cetak 70.000 Talenta Digital
Produk unggulan mereka mencakup:
- Momofin Go: platform one-stop untuk tanda tangan elektronik, e-meterai, dan pengelolaan dokumen digital dengan efisiensi hingga 15x lebih cepat.
- Momofin API: integrasi dokumen ke ERP dan sistem bisnis lainnya secara mulus.
- Momofin AI: teknologi ekstraksi data dan document intelligence untuk menghasilkan wawasan berbasis dokumen secara otomatis.
- Fineksi — AI untuk Analitik Kredit Modern dan Pencegahan Fraud
Fineksi adalah platform Software-as-a-Service(SaaS) yang menghadirkan AI untuk membantu lembaga keuangan mempercepat dan meningkatkan akurasi analisis kredit. Dengan fraud menyebabkan kerugian hingga USD 28 miliar di Asia Tenggara, kebutuhan solusi seperti Fineksi menjadi semakin penting dan strategis
Fineksi menggabungkan AI, analisis finansial, dan machine learning untuk memroses dokumen kredit secara otomatis, mendeteksi manipulasi dan pemalsuan, menilai risiko pinjaman, menghasilkan insight prediktif, dan mempercepat pengambilan keputusan hingga 40x lebih cepat.
Platform ini telah digunakan oleh bank, multifinance, dan P2P lending dalam berbagai skenario seperti KPR, KUM, pembiayaan kendaraan, invoice financing, dan kredit usaha.
