Maybank Luncurkan ROAR30, Strategi Lima Tahun untuk Perkuat Posisi di ASEAN
Jakarta, 28 Januari 2026 — Malayan Banking Berhad (Maybank Group) meluncurkan strategi lima tahun terbarunya hingga 2030 yang diberi nama ROAR30. Strategi ini dirancang untuk memperkuat komitmen Maybank Group dalam Humanising Financial Services, sekaligus menjaga daya saing dan ketangguhan bisnis bank di tengah perubahan lanskap industri keuangan regional.
ROAR30 dibangun di atas tiga pilar utama. Pilar pertama, sekaligus fondasi strategi ini, adalah Humanising Financial Services. Maybank menempatkan layanan berbasis nilai sebagai inti bisnis, dengan fokus pada tiga hal: menghadirkan pengalaman terbaik bagi nasabah, menciptakan dampak positif bagi masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi riil.
Baca juga: Bank Muamalat Terus Genjot Pembiayaan Emas Syariah
Pilar kedua berfokus pada pengembangan bisnis berskala besar untuk memperkuat kepemimpinan Maybank di kawasan. Seiring meningkatnya arus perdagangan dan investasi di ASEAN, pertumbuhan segmen wealth, serta naiknya permintaan global terhadap keuangan syariah, Maybank akan memaksimalkan keunggulan regionalnya melalui empat lini utama: institusi keuangan syariah global, manajemen kekayaan regional, layanan transaksi dan pembayaran regional, serta perbankan korporasi dan investasi regional.
Sementara itu, pilar ketiga diarahkan untuk membangun fondasi jangka panjang agar Maybank tetap relevan dan tangguh di masa depan. Fokusnya meliputi penguatan kualitas tenaga kerja dan budaya organisasi, pemanfaatan teknologi, data, dan kecerdasan buatan (AI), serta peningkatan produktivitas dan efisiensi alokasi modal.
Melalui ROAR30, Maybank Group menargetkan pertumbuhan yang lebih kuat dan berkelanjutan. Bank ini membidik Return on Equity (ROE) sebesar 13–14% pada 2030. Selain itu, Maybank juga menargetkan Net Interest Margin (NIM) di atas 2,05%, rasio biaya terhadap pendapatan (Cost-to-Income Ratio/CIR) sebesar 47% atau lebih rendah, serta rasio CASA di atas 41%.
President & Group CEO Maybank, Dato’ Sri Khairussaleh Ramli, mengatakan bahwa ROAR30 menjadi langkah penting untuk memperkuat kapabilitas dan kinerja Maybank Group, tidak hanya hingga 2030 tetapi juga dalam jangka panjang.
“Setelah selesainya strategi M25+, ROAR30 menegaskan fokus kami untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham melalui peningkatan ROE. Strategi ini menandai fase percepatan pertumbuhan Maybank dengan membangun bisnis berskala besar di pasar ASEAN yang semakin strategis,” ujarnya.
Baca juga: BCA Siapkan Buyback Saham Hingga Rp5 Triliun
Ia menambahkan, Malaysia, Indonesia, dan Singapura akan menjadi pasar utama pendorong pertumbuhan dan profitabilitas Maybank Group, dengan memanfaatkan keunggulan masing-masing negara. Di luar pasar utama tersebut, Maybank akan mengandalkan jaringan regional yang terintegrasi untuk mendukung nasabah lintas negara.
“Melalui ROAR30, kami ingin memastikan Maybank Group siap menghadapi masa depan—dengan tenaga kerja yang adaptif, teknologi yang terus dimodernisasi, serta kinerja keuangan yang solid. Tujuan akhirnya adalah menciptakan dampak dan nilai yang berkelanjutan bagi nasabah, komunitas, dan perekonomian,” tutup Khairussaleh.
