Musim Hujan Ekstrem Datang, Ini Gaya Siaga Banjir yang Perlu Diketahui Pemilik Mobil

Jakarta, 26 Januari 2026 — Awal 2026 dibuka dengan curah hujan tinggi di berbagai wilayah Indonesia. Bagi masyarakat urban yang mengandalkan mobil untuk aktivitas harian, kondisi cuaca ekstrem ini bukan sekadar soal jas hujan dan payung, tapi juga soal kesiapan kendaraan menghadapi risiko banjir.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan lebat hingga ekstrem di sejumlah daerah, termasuk Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Yogyakarta, Bali, hingga beberapa wilayah di Sumatra, Sulawesi, Maluku, Papua, NTB, dan NTT. Intensitas hujan yang tinggi dalam durasi panjang meningkatkan risiko genangan dan banjir, terutama di kawasan padat dan dekat aliran sungai.

Baca juga: GAC Cetak Sejarah, Jadi Produsen Otomotif Pertama di Tiongkok Raih Sertifikasi Keamanan Data Kendaraan

Dalam situasi seperti ini, pemilik mobil perlu lebih peka membaca kondisi sekitar. Selain memantau prakiraan cuaca dan informasi pintu air, kebiasaan sederhana seperti tidak memaksakan kendaraan menerobos genangan dan memilih waktu perjalanan yang lebih aman bisa membantu menghindari kerusakan serius.

Beberapa langkah siaga yang relevan dengan gaya hidup otomotif antara lain memindahkan kendaraan ke area yang lebih tinggi saat hujan ekstrem diprediksi, memastikan kondisi aki dan kelistrikan dalam keadaan baik, serta mengeluarkan barang-barang penting dari kabin mobil. Jika kendaraan terlanjur terendam, pemilik mobil disarankan tidak langsung menyalakan mesin karena berisiko merusak komponen internal dan sistem kelistrikan.

Head of PR, Marcomm, & Event Asuransi Astra, Laurentius Iwan Pranoto, menekankan pentingnya kesiapan pemilik kendaraan menghadapi cuaca ekstrem.

“Keselamatan dan kenyamanan pelanggan selalu menjadi prioritas kami. Di tengah cuaca yang tidak menentu, pemilik kendaraan diimbau untuk tetap waspada dan segera menghubungi layanan darurat Garda Siaga melalui aplikasi myGarda atau Garda Akses 24 Jam jika menghadapi situasi darurat,” ujarnya.

Baca juga: Banjir dan Longsor Tak Lagi Kebetulan, Ada yang Salah pada Cara Kita Mengelola Hutan

Selain kesiapan teknis, perlindungan kendaraan juga menjadi bagian dari gaya hidup berkendara yang lebih tenang. Pemilik mobil disarankan memastikan polis asuransi kendaraan telah dilengkapi perluasan jaminan banjir, sehingga risiko finansial akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan. Melalui layanan digital, mulai dari klaim hingga perpanjangan polis kini dapat dilakukan dengan lebih praktis, sejalan dengan kebutuhan mobilitas modern.

Musim hujan ekstrem mungkin tak bisa dihindari, tapi dengan kebiasaan berkendara yang lebih bijak dan perlindungan yang tepat, pemilik mobil tetap bisa menjalani aktivitas harian dengan rasa aman dan nyaman.