Halalvestor Sasar Muslim Religius Modern

Giral – Munculnya kesadaran untuk berinvestasi di kalangan milenial mendatangkan peluang bagi perusahaan investasi seperti reksa dana. Sesuai karakter segmen milenial, segmen ini juga menyukai yang serba praktis, termasuk dalam membeli produk reksa dana syariah.

Hadir untuk melayani Muslim Religius Modern, diluncurkan perusahaan pemasaran reksa dana syariah, Halalvestor. Perusahaan ini didirikan Putri Madarina dan rekannya. Mengambil model bisnis aggregator, Halalvestor diharapkan akan membuka akses masyarakat terhadap pemasaran reksa dana syariah yang ramah dan mudah dijangkau, khususnya bagi masyarakat dengan literasi digital yang cukup baik.

Mengklaim berbeda marketplace reksa dana lainnya, Halalvestor fokus sebagai wadah investasi syariah yang lebih inklusif dengan menghadirkan produk reksa dana syariah serta emas syariah.

Konsep layanan ini berangkat dari kondisi masyarakat Muslim religius modern yang menurut wanita yang akrab disapa Puma ini membutuhkan penanganan khusus dalam meningkatkan kepercayaan mereka. Salah satunya dengan menyediakan platform yang sudah jelas menentukan posisinya sebagai pelaku produk syariah.

“Saat ini Halalvestor sedang dalam tahap finalisasi layanan sebelum diluncurkan ke publik. Secara perizinan, Halalvestor telah terdaftar di Kominfo sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) sejak bulan April 2019. Berperan sebagai middle-man produk investasi syariah, Halalvestor menggandeng sejumlah marketplace investasi terpercaya yang memiliki daftar produk berkualitas dan sesuai dengan prinsip syariah,” terang Puma.

Puma menjelaskan, selain kontribusi dari regulator pasar modal dan pelaku industri, ekosistem pasar modal syariah akan semakin kuat apabila masing-masing pihak giat melakukan literasi dan edukasi produk terhadap masyarakat.

Sebagai pelaku di industri, Puma berpandangan setiap penyedia produk dan layanan syariah harus mandiri dalam mendukung misi pemerintah, salah satunya dengan menyediakan akses edukasi dengan cara yang kreatif dan target pasar yang lebih dalam, misalnya menarget komunitas.

“Basis komunitas yang sudah ada perlu dikenalkan dengan edukasi produk yang tepat. Pemahaman tentang syariat Islam harus dibarengi dengan kaidah investasi itu sendiri, di mana terdapat risiko dan potensi keuntungan yang sesuai dengan karakteristik produk,” katanya.

Dia berharap, setelah pemahaman basis komunitas meningkat, keputusan berinvestasi pada instrumen investasi syariah muncul atas dorongan yang seimbang. Baik karena motivasi ingin menjalankan perintah agama maupun karena pertimbangan rasional atas risiko dan potensi keuntungan yang sesuai dengan profil risiko pribadi.

“Sehingga bukan menghasilkan investor yang sekedar ikut-ikutan namun investor yang berkelanjutan, akhirnya terbentuk demand yang produktif di pasaran,” tutup Puma.

Leave a Reply