Pasar FMCG E-commerce Indonesia Tembus Rp128 Triliun

Jakarta, 30 Januari 2026 — Angka Rp128 triliun bukan sekadar statistik. Ia menandai perubahan cara masyarakat Indonesia memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sepanjang 2025, pasar Fast Moving Consumer Goods (FMCG) di e-commerce tumbuh 27,1% (year-on-year), menegaskan bahwa belanja digital kini telah bertransformasi dari aktivitas sesekali menjadi bagian dari rutinitas hidup.

Temuan ini terungkap dalam Compas.co.id FMCG E-commerce Outlook Report 2026, yang mencatat nilai penjualan FMCG online (YTD November 2025) mencapai Rp128 triliun. Pertumbuhan tersebut tidak hanya didorong oleh konsumsi, melainkan oleh pergeseran perilaku: dari belanja berbasis kebutuhan mendesak menjadi kebiasaan yang terintegrasi dengan gaya hidup.

Baca juga: Industri E-Commerce Hadapi Fragmentasi Digital 2026

CEO Compas.co.id, Hanindia Narendrata, menyebut pasar digital Indonesia memasuki fase yang lebih matang. Konsumen, menurutnya, tak lagi sekadar membeli barang, tetapi “berinvestasi pada kualitas hidup”—mulai dari kenyamanan rumah, perawatan diri, hingga pengelolaan stok dapur yang lebih terencana. Bagi brand, ini sinyal bahwa strategi lama tak lagi cukup untuk menjangkau konsumen 2026.

Perubahan juga terlihat pada peta kekuatan platform. Shopee masih memimpin dengan pangsa pasar 55,9%, namun Shop Tokopedia Group mencuri perhatian sebagai mesin pertumbuhan baru. Nilai transaksinya melonjak 60% menjadi Rp50,2 triliun, memperlihatkan efektivitas pendekatan discovery commerce—model belanja yang menggabungkan konten, hiburan, dan impuls konsumsi dalam satu ekosistem.

Di level kategori, laporan ini mencerminkan perubahan preferensi konsumen. Makanan dan Minuman (F&B) tumbuh 31% menjadi Rp26,2 triliun, didorong tren belanja grosir. Kategori kopi bahkan melesat 120%, menandakan budaya “ngopi di rumah” kian menguat. Sementara itu, kategori Beauty tetap mendominasi dengan kontribusi 52,1%, di mana parfum dan wewangian tumbuh 53%—mengisyaratkan bahwa aroma kini diperlakukan sebagai kebutuhan harian, bukan lagi pelengkap.

Kategori Homecare tumbuh 30% menjadi Rp4 triliun, dengan pengharum ruangan mencatat pertumbuhan tertinggi (+65%). Rumah bukan sekadar tempat tinggal, tetapi ruang yang ingin dibuat nyaman dan berkarakter. Di sisi lain, kategori Health naik 21%, dengan lonjakan 81% pada suplemen kecantikan—menguatkan tren wellness yang mengaburkan batas antara kesehatan dan estetika.

Baca juga: Good Bye Diskon Murah: E-Commerce Indonesia Masuk Fase Confident Commerce

Menyambut tahun 2026, Compas.co.id memproyeksikan tren pertumbuhan akan berlanjut dengan fokus pada retensi konsumen melalui strategi bundling dan pemanfaatan multi-channel.

“Brand tidak bisa lagi mengandalkan satu strategi untuk semua channel. Data kami menunjukkan audiens di setiap marketplace memiliki karakter dan pemicu pembelian yang berbeda. Outlook Report 2026 ini kami hadirkan sebagai kompas bagi para pemimpin bisnis untuk menavigasi peluang tersebut,” tutup Narendrata.