Penjualan Baby Lotion di e-Commerce Tumbuh 55% Sepanjang 2025, Cerminkan Perubahan Pola Perawatan Bayi
Jakarta, 26 Januari 2026 — Kategori perawatan kulit bayi menunjukkan pertumbuhan signifikan di kanal e-commerce sepanjang 2025. Data Compas.co.id mencatat nilai penjualan produk baby lotion di e-commerce Indonesia mencapai Rp626 miliar, meningkat 55% dibandingkan periode sebelumnya. Dari sisi volume, penjualan juga tumbuh 42% dengan total lebih dari 9,8 juta unit terjual dalam rentang Januari 2024 hingga November 2025.
Pertumbuhan ini menandai pergeseran posisi baby lotion dari sekadar produk pelengkap menjadi bagian dari rutinitas harian orang tua dalam merawat kesehatan kulit bayi. Kenaikan penjualan tidak hanya dipicu oleh faktor kebutuhan dasar, tetapi juga meningkatnya kesadaran orang tua terhadap perawatan kulit sejak usia dini.
Baca juga: Belanja Produk Beauty Makin Hybrid, O2O Jadi Jawaban Kebiasaan Baru Konsumen
CEO Compas.co.id, Hanindia Narendrata, menilai tren ini mencerminkan perubahan cara pandang konsumen terhadap produk perawatan bayi. “Orang tua, khususnya generasi baru, semakin sadar bahwa kesehatan kulit bayi membutuhkan perhatian khusus. Hal ini tercermin dari pola belanja yang lebih konsisten dan terencana,” ujarnya.
Data Compas.co.id juga menunjukkan, bahwa potensi repeat purchase di kategori baby lotion tergolong tinggi. Konsumen cenderung melakukan pembelian berulang, terutama pada produk dengan kemasan praktis seperti pump, tube, dan sachet, serta formulasi yang mendukung penggunaan harian.
Menariknya, pertumbuhan tidak hanya didominasi oleh pemain besar. Sejumlah brand dengan pendekatan niche—misalnya yang menonjolkan bahan alami atau diformulasikan khusus untuk kulit sensitif bayi—mencatat pertumbuhan yang cukup menonjol. Temuan ini mengindikasikan bahwa personalisasi, kejelasan fungsi produk, dan relevansi dengan kebutuhan keluarga muda menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian.
Baca juga: Remaja Diajak Melek Finansial dengan Premini
Lebih jauh, tren di kategori baby lotion mencerminkan dinamika yang lebih luas di industri barang konsumsi. Konsumen kini menilai produk bukan hanya dari harga, tetapi juga dari nilai yang ditawarkan, kemudahan penggunaan, serta kesesuaian dengan rutinitas sehari-hari.
“Pengalaman konsumen di tahap akhir pembelian kini sama pentingnya dengan kesadaran merek. Data perilaku di e-commerce menjadi kunci untuk memahami apa yang benar-benar dibutuhkan konsumen,” tambah Hanindia.
Temuan ini menjadi sinyal bagi pelaku industri FMCG, khususnya di kategori Mom & Baby, bahwa peluang pertumbuhan masih terbuka lebar pada 2026. Seiring meningkatnya jumlah orang tua yang digital-savvy, produk perawatan bayi dituntut tidak hanya fungsional, tetapi juga selaras dengan nilai pengasuhan modern yang mengedepankan keamanan, kenyamanan, dan kepercayaan.
