Perdagangan RI–China Menguat, J&T Express Dorong Kolaborasi Logistik dan E-Commerce Lintas Negara
Jakarta, 19 Januari 2026 – Penguatan hubungan dagang Indonesia dan China semakin menegaskan posisi Indonesia dalam rantai pasok regional. Nilai perdagangan bilateral yang mencapai sekitar USD 135 miliar pada 2024 menjadi sinyal bahwa kerja sama kedua negara bergerak melampaui sekadar volume ekspor-impor, menuju integrasi ekosistem—terutama di sektor logistik dan e-commerce.
Menangkap momentum tersebut, J&T Express memposisikan diri sebagai penghubung strategis dalam kolaborasi lintas negara. Penyedia layanan logistik global ini melihat peran logistik bukan lagi sekadar penunjang, melainkan fondasi utama pertumbuhan ekonomi digital dan perdagangan internasional.
Sebagai langkah konkret, J&T Express menggelar industry visit and conference dengan melibatkan sejumlah perusahaan terkemuka asal China, didukung oleh China Apparel Logistics Association di bawah China Federation of Logistics & Purchasing (CFLP). Program ini bertujuan memperdalam hubungan antara ekosistem logistik dan e-commerce Indonesia–China, sekaligus membuka peluang kolaborasi bagi perusahaan global dan lokal.
Baca juga: Good Bye Diskon Murah: E-Commerce Indonesia Masuk Fase Confident Commerce
Komisaris J&T Express, Iwan Senjaya, menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan upaya memperkuat posisi Indonesia di peta ekonomi digital regional.
“Indonesia semakin diakui sebagai pasar utama di Asia Tenggara, dengan potensi besar di sektor logistik dan e-commerce. Berbekal jaringan dan pengalaman kami, J&T Express siap mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional dengan memperkuat solusi logistik sekaligus mendorong kerja sama dengan perusahaan berskala global,” ujar Iwan.
Menurutnya, penguatan infrastruktur dan inovasi logistik menjadi kunci agar perusahaan internasional dapat memahami sekaligus mengakses peluang di pasar Indonesia yang terus berkembang.
Dari sisi mitra China, China Apparel Logistics Association melihat Indonesia sebagai pasar strategis dengan potensi jangka panjang. Sekretaris Jenderal China Apparel Logistics Association dari CFLP, Shi Wei, menilai kolaborasi lintas negara akan semakin relevan seiring pesatnya pertumbuhan e-commerce di kawasan.
“Pasar Indonesia yang terus berkembang menawarkan peluang besar bagi sektor logistik dan e-commerce. Seiring perkembangan industri di kedua negara, kami melihat potensi kolaborasi yang kuat untuk menciptakan kerja sama saling menguntungkan, khususnya dalam ekspansi bisnis di Asia Tenggara,” ungkap Shi Wei.
Baca juga: Bukti Orang Indonesia Doyan Ngopi: Penjualan Kopi di E-Commerce Melejit 120%
Program yang diinisiasi J&T Express ini menghadirkan sejumlah perusahaan besar asal China, antara lain Mercury Home Textiles, Bosideng, Xtep, Lancy, dan Urban Beauty. Para peserta tidak hanya mengikuti forum diskusi, tetapi juga mengunjungi fasilitas logistik J&T Express di Indonesia—mulai dari drop point hingga pusat sortir—untuk melihat langsung kesiapan infrastruktur logistik nasional.
Ke depan, kolaborasi semacam ini mencerminkan arah baru perdagangan internasional, di mana logistik berperan sebagai penghubung utama antara pasar, brand, dan konsumen. Dalam konteks Indonesia–China, penguatan logistik lintas negara berpotensi mempercepat arus barang, meningkatkan efisiensi rantai pasok, dan memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi digital regional.
