QRIS Muamalat DIN Melejit 89% di 2025, Pembayaran Syariah Digital Kian Diminati
Jakarta, 6 Januari 2026 – Transformasi digital PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menunjukkan hasil signifikan. Sepanjang 2025, transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) melalui aplikasi Muamalat DIN mencatat pertumbuhan pesat, menandai meningkatnya adopsi pembayaran digital berbasis syariah di Indonesia.
Hingga November 2025, jumlah transaksi QRIS Bank Muamalat tercatat lebih dari 5 juta transaksi, tumbuh 89,37% secara tahunan (year on year/yoy). Seiring dengan itu, volume transaksi juga meningkat 71,06% (yoy) pada periode yang sama.
Baca juga: Bye, Dompet Tebal! Ini Cara Liburan Cashless yang Praktis dan Aman
Direktur PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Ricky Rikardo Mulyadi menilai, lonjakan ini tidak lepas dari perubahan perilaku nasabah yang semakin mengandalkan kanal digital untuk berbagai kebutuhan transaksi.
“Penggunaan QRIS di Muamalat DIN terus meningkat. Yang membedakan, kami tidak hanya melayani transaksi komersial, tetapi juga transaksi sosial keagamaan seperti zakat, infak, sedekah (ZIS), dan wakaf secara digital,” ujar Ricky.
Saat ini, Muamalat DIN telah digunakan oleh 211 ribu pengguna aktif. Digitalisasi ZIS dan wakaf melalui QRIS diharapkan tidak hanya mempermudah donasi, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan ekonomi umat yang lebih transparan dan berkelanjutan.
Dari sisi ekosistem, Bank Muamalat telah menggandeng lebih dari 18 ribu merchant QRIS hingga akhir November 2025. Layanan QRIS acquiring yang diluncurkan sejak Januari 2022 ini menyasar pelaku usaha, termasuk UMKM, sebagai bagian dari strategi memperluas inklusi keuangan syariah.
Baca juga: Industri Halal di Era Digital: Dari Label Kepercayaan hingga Strategi Brand
Menariknya, ekspansi merchant QRIS tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa. Wilayah Sumatera tercatat sebagai region dengan jumlah merchant QRIS terbanyak, mencerminkan semakin luasnya penerimaan pembayaran digital di luar pusat ekonomi nasional.
Selain di merchant, QRIS Bank Muamalat juga dimanfaatkan untuk transaksi donasi dan pembayaran di berbagai institusi, seperti sekolah, masjid, lembaga sosial, hingga rumah sakit.
Ricky menegaskan, pertumbuhan QRIS menjadi indikator kuat keberhasilan strategi digital Bank Muamalat. “Digitalisasi tidak hanya meningkatkan efisiensi layanan, tetapi juga memperkuat posisi Bank Muamalat dalam persaingan industri perbankan syariah nasional,” tutupnya.
