Ribuan Anak Mitra Grab Dapat Beasiswa, Pendidikan Jadi Jalan “Naik Kelas”
Jakarta, 13 Februari 2026 — Bagi banyak keluarga pekerja sektor informal, pendidikan sering bukan soal pilihan, melainkan soal kesempatan. Biaya, akses, dan fasilitas kerap menjadi batas yang sulit ditembus. Melalui program GrabScholar, Grab Indonesia mencoba memperkecil jarak tersebut.
Tahun 2025, perusahaan menyalurkan beasiswa senilai Rp8,5 miliar kepada 2.316 pelajar dan mahasiswa dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Sejak diluncurkan pada 2022, total penerima manfaat telah melampaui 5.700 orang yang berasal dari mitra pengemudi, keluarga mitra, serta masyarakat umum.
Baca juga: Dari Pendapatan Harian ke Masa Depan Keluarga: Empat Langkah GoTo untuk Mitra Driver
Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan pendidikan dipilih karena memberi dampak jangka panjang. “Kami percaya pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan. Program GrabScholar menegaskan komitmen kami membuka akses pendidikan yang lebih inklusif dan setara,” ujarnya.
Program tahun ini juga mencatat minat tinggi dengan lebih dari 56.000 pendaftar. Selain bantuan dana pendidikan, penerima mendapatkan pendampingan belajar, biaya akomodasi, hingga fasilitas laptop untuk kategori mahasiswa agar proses belajar dapat berjalan berkelanjutan.
Grab bekerja sama dengan BenihBaik.com untuk proses seleksi dan distribusi bantuan.
Founder BenihBaik.com Andy F. Noya menyebut kolaborasi lintas sektor penting agar bantuan tepat sasaran. “Melalui kerja sama ini kami memastikan GrabScholar dijalankan secara transparan dan memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat,” katanya.
Salah satu penerima, Arsyi Falahi Ummi — mitra pengemudi perempuan Grab sekaligus mahasiswi Diploma Desain Grafis Universitas Brawijaya — merasakan dampaknya langsung.
“Beasiswa ini membantu saya melanjutkan pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi. Selain biaya kuliah, ada akomodasi dan laptop untuk menunjang kemampuan desain grafis saya,” tuturnya.
Grab menilai pendidikan bukan sekadar bantuan sosial, tetapi bagian dari penguatan ekosistem digital jangka panjang. Harapannya, generasi muda dari keluarga mitra dapat memiliki peluang ekonomi lebih luas dibanding generasi sebelumnya.
