SCG Gelar Pelatihan Literasi Digital bagi Guru Indonesia
Jakarta, 4 Februari 2026 – Di era digital, teknologi menjadi alat penting untuk mengubah cara manusia mengidentifikasi, mengolah, dan menyebarkan pengetahuan. Menyadari hal ini, pemerintah Indonesia meluncurkan Program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas pada November 2025, dengan target lebih dari 288.000 sekolah di seluruh pelosok negeri. Program ini menyediakan perangkat keras, konten digital berkualitas, serta pendampingan intensif bagi guru agar teknologi bisa dimanfaatkan secara optimal dalam proses belajar-mengajar.
Sejalan dengan inisiatif tersebut, SCG memperkuat perannya dalam pendidikan melalui Digital Literacy Training for Teachers yang digelar pada 2–3 Februari 2026 di Kantor Ancora Foundation, Jakarta. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para guru dengan kemampuan memanfaatkan teknologi digital secara efektif, sekaligus menanamkan nilai green entrepreneurship agar proses pembelajaran tidak hanya interaktif tetapi juga berwawasan lingkungan.
Pattaraphon Charttongkum, President Director SCG Indonesia, menekankan literasi digital bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan jembatan menuju peluang yang tak terbatas.
Baca juga: Libatkan Content Creator Muda: Cara Baru Dorong Literasi Finansial
“Guru adalah pahlawan sejati bagi pertumbuhan generasi masa depan kita. Dengan memberdayakan mereka, kita memperkuat pengembangan sumber daya manusia yang sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 dan prinsip Inclusive Green Growth,” tuturnya.
Program ini merupakan bagian dari SCG Sharing the Dream, inisiatif yang telah membantu lebih dari 4.600 pelajar Indonesia sejak 2003. Dengan fokus pada guru, SCG berharap menciptakan pengalaman belajar digital yang lebih menarik dan relevan, sehingga siswa dapat memahami materi dengan cara yang lebih interaktif.
Dalam workshop dua hari tersebut, para guru dilatih menggunakan berbagai alat dan platform, antara lain:
Baca juga: Kedaulatan AI Menjadi Kunci Masa Depan Digital
- Perangkat Digital Interaktif: Platform Assemblr EDU yang menghadirkan materi pembelajaran dalam format 3D dan augmented reality (AR).
- Bahan Ajar Siap Pakai: Materi yang dapat disesuaikan untuk memudahkan guru menyampaikan pelajaran secara sistematis.
- Perpustakaan Visual 3D dan Editor Mudah: Membantu menciptakan pengalaman belajar yang imersif dan interaktif.
- Green Entrepreneurship: Strategi menyusun konten edukatif yang menanamkan kesadaran lingkungan dan jiwa kewirausahaan pada siswa.
Siti Julaeha, Guru SMAN 56 Jakarta, berbagi pengalamannya mengatakan, “AR merupakan teknologi baru yang bisa diterapkan di kelas. Harapannya, saya bisa mengaplikasikannya dalam proses pembelajaran. Semoga kegiatan ini terus berlanjut agar guru lain mendapatkan ilmu yang sama.”
Pattaraphon menambahkan, “Satu guru hebat memiliki kekuatan untuk mengubah kehidupan generasi masa depan. Dedikasi mereka membuka pintu peluang yang tak terbatas bagi anak-anak Indonesia.”
