Strategis Tapi Irit, Ini Beberapa Area Kost Alternatif bagi Pekerja Jakarta
Jakarta, 21 Januari 2026 – Bagi banyak pekerja di Jakarta, mencari kost bukan lagi sekadar soal jarak ke kantor. Harga sewa yang terus merangkak naik membuat hunian menjadi bagian dari strategi bertahan hidup di kota dengan biaya hidup yang semakin mahal. Bahkan, harga hunian di Jakarta kerap disebut menyaingi kota global seperti Paris dan Tokyo—sebuah ironi bagi kota yang masih bergulat dengan kemacetan dan jarak tempuh.
Kondisi ini mendorong pekerja, terutama perantau, untuk berpikir lebih realistis, tinggal sedikit lebih jauh dari pusat aktivitas, asal tetap terhubung dengan transportasi yang memadai. Area alternatif pun mulai dilirik sebagai kompromi antara efisiensi biaya dan kualitas hidup.
Menurut Dian Paskalis, Country Director of Growth and VP of Online Marketing Cove, pergeseran preferensi ini semakin terasa.
Baca juga: Kini Ajukan KPR Syariah Cukup Lewat kprhijrah.id, Lebih Mudah dan Efisien
“Pekerja yang mencari kost di Karet Kuningan, misalnya, harus membayar rata-rata harga sewa dua kali lipat dibandingkan Tebet. Padahal, akses Tebet ke kawasan tersebut relatif dekat,” ujarnya.
Berangkat dari tren tersebut, sejumlah kawasan di Jakarta mulai menonjol sebagai opsi hunian yang lebih masuk akal—strategis tanpa harus menguras penghasilan bulanan.
Pesanggrahan, Jakarta Selatan, menjadi salah satu contoh. Kawasan ini menawarkan akses yang relatif dekat ke Blok M, dengan waktu tempuh kurang dari 30 menit menggunakan kendaraan.
Didukung akses Tol Veteran dan rute TransJakarta, Pesanggrahan menghadirkan suasana permukiman yang lebih tenang, namun tetap dekat dengan kafe, kuliner, dan fasilitas olahraga. Dari sisi biaya, harga sewa kost di kawasan ini tercatat sekitar 23 persen lebih terjangkau dibandingkan Blok M.
Alternatif lain datang dari Tebet, kawasan yang kerap dipandang sebagai penyangga Kuningan. Dibandingkan langsung tinggal di Karet Kuningan yang padat perkantoran, Tebet menawarkan selisih harga signifikan—bahkan hingga 50 persen lebih rendah.
Selain akses jalan besar dan transportasi umum, Tebet juga dikenal sebagai kawasan hidup dengan ruang hijau, pusat kuliner, dan fasilitas publik yang relatif lengkap.
Baca juga: Cove Gandeng Halodoc Perkuat Akses Layanan Medis bagi Penghuni Co-Living
Sementara di Jakarta Barat, Tomang muncul sebagai opsi bagi pekerja yang beraktivitas di sekitar Thamrin dan Jakarta Pusat. Dibandingkan Menteng yang prestisius dan mahal, Tomang menawarkan harga sewa rata-rata sekitar 17 persen lebih rendah, dengan waktu tempuh ke Thamrin yang masih di kisaran setengah jam. Lokasinya yang dekat dengan Monas, Gambir, pusat perbelanjaan, serta kampus-kampus besar menjadikannya kawasan transisi yang cukup ideal.
Fenomena ini menunjukkan satu hal: di tengah kenaikan biaya hidup, lokasi hunian kini semakin diperlakukan sebagai keputusan strategis, bukan sekadar preferensi. Integrasi transportasi publik dan layanan mobilitas daring membuat jarak tidak lagi menjadi hambatan utama. Tinggal sedikit lebih jauh, selama konektivitas terjaga, bisa menjadi cara paling rasional untuk menjaga keseimbangan antara pengeluaran dan kualitas hidup di Jakarta.
