Total Kredit Hampir Rp1.000 Triliun, Penyaluran BCA Kian Dalam ke Sektor Produktif
Jakarta, 27 Januari 2026 — PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA) dan entitas anak menutup tahun 2025 dengan kinerja penyaluran kredit yang tetap solid di tengah dinamika ekonomi global. Hingga Desember 2025, total kredit BCA tumbuh 7,7% secara tahunan (YoY) menjadi Rp993 triliun, dengan rata-rata pertumbuhan kredit mencapai 10,8% sepanjang tahun.
Penyaluran kredit BCA tersebar merata ke sektor-sektor produktif utama, mulai dari manufaktur, perdagangan, restoran, perhotelan, hingga rumah tangga. Strategi diversifikasi portofolio ini memperkuat peran BCA sebagai salah satu motor intermediasi perbankan nasional.
Baca juga: OCBC Gandeng FTL Gym Luncurkan Kartu Kredit Platinum
Kredit usaha menjadi kontributor terbesar dengan pertumbuhan 9,9% YoY mencapai Rp756,5 triliun. Pembiayaan tersebut mencerminkan konsistensi BCA dalam mendukung ekspansi dunia usaha, baik korporasi besar maupun segmen usaha kecil dan menengah (UKM). Sementara itu, pembiayaan konsumer tercatat stabil di level Rp224,1 triliun, didorong oleh kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar Rp142,3 triliun serta kredit kendaraan bermotor (KKB) senilai Rp56,6 triliun.
BCA juga mulai memperluas dukungan terhadap program perumahan nasional melalui penyaluran KPR subsidi (FLPP swasta) sejak Oktober 2025. Di sisi lain, outstanding kredit konsumer lainnya—yang mayoritas berasal dari kartu kredit—tumbuh 9,8% YoY menjadi Rp25,2 triliun.
Dari sisi kualitas, penyaluran kredit BCA tetap terjaga. Rasio loan at risk (LAR) membaik menjadi 4,8%, sementara rasio kredit bermasalah (NPL) terkendali di level 1,7%. Pencadangan risiko kredit juga dinilai memadai, dengan coverage NPL mencapai 183,8%.
Baca juga: Tantangan Baru Perdagangan Internasional: Gejolak Geopolitik hingga Digitalisasi
Penyaluran kredit berkelanjutan turut mencatat pertumbuhan dua digit. Kredit ke sektor-sektor berkelanjutan tumbuh 11,7% YoY menjadi Rp255 triliun, setara 25,8% dari total portofolio pembiayaan. Pertumbuhan ini antara lain ditopang pembiayaan energi baru terbarukan yang melonjak dua kali lipat menjadi Rp6,2 triliun serta kredit kendaraan listrik yang naik 53% YoY menjadi Rp3,6 triliun.
Dengan likuiditas yang tetap kuat—ditopang dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp1.249 triliun—BCA menilai ruang pertumbuhan kredit ke depan masih terbuka, terutama pada sektor produktif, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan domestik.
“BCA berterima kasih kepada seluruh nasabah atas kepercayaan dan dukungannya kepada kami. Hal tersebut menjadi motivasi kami terus bergerak dan berkontribusi bagi ekonomi di seluruh penjuru Tanah Air. Dukungan besar dari pemerintah dan otoritas membantu kami melewati 2025 dan menorehkan kinerja positif,” ujar Presiden Direktur BCA Hendra Lembong.
