UMKM Indonesia Go Internasional: 15 Ton Produk Siap Tembus Pasar Eropa

Jakarta, 12 Februari 2026 – UMKM Indonesia resmi menapak ke pasar Eropa! Melalui Program Marketing Handholding yang didukung Indonesia Eximbank, Kementerian Perdagangan, dan ID SEED. Sekitar 1.000 kemasan produk UMKM senilai 15 ton diberangkatkan ke Rotterdam, Belanda, Rabu (11/2).

Kegiatan ini menjadi bagian dari partisipasi UMKM Indonesia dalam Indonesian Promotion – Ahoy Rotterdam Fair 2026 dan Pasar Asia XL yang digelar 3–6 April mendatang. Produk yang dikirim beragam: batik, kerajinan tangan, fesyen dan aksesori, makanan dan minuman kemasan, kopi, bumbu instan, hingga aromaterapi. Semua produk ini telah melewati proses kurasi dan pendampingan agar siap bersaing di pasar global.

Baca juga: SHV Lakukan Ekspor Perdana Rempah Maluku ke Vietnam

Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kementerian Perdagangan RI, Ari Satria, mengatakan Kementerian Perdagangan mendukung penuh terhadap peningkatan ekspor nasional, termasuk penguatan ekspor UMKM.

“Bersama LPEI, pelaku UMKM didorong untuk meningkatkan kapasitas usaha serta memperluas akses ke pasar global,” ujar Ari,

Menurut Ari, ekspor produk kreatif Indonesia pada 2025 mencapai USD12,4 miliar, naik 28,96% yoy, dengan Belanda menjadi salah satu dari 15 mitra dagang utama di Eropa.

Sementara itu, Kepala Divisi Jasa Konsultasi Indonesia Eximbank, Maria Sidabutar, menegaskan kegiatan ini bukan sekadar seremoni pelepasan ekspor.

Baca juga: Dari Minuman Tradisional hingga Agrowisata, Cerita Pendampingan UMKM Lokal

“Program Marketing Handholding memberikan pendampingan lengkap, mulai dari kurasi produk, peningkatan kualitas dan kemasan, pemenuhan standar ekspor, business matching, hingga akses pasar internasional. Pelepasan ekspor hari ini membuktikan bahwa UMKM Indonesia siap bersaing di kancah global,” papar Ari.

Sebagian peserta ekspor juga alumni Coaching Program for New Exporters (CPNE) LPEI, yang membekali UMKM dengan pengetahuan tentang dokumen ekspor, strategi pricing, hingga pemetaan pasar potensial. Kombinasi Marketing Handholding dan CPNE memastikan UMKM tidak hanya siap menjual produk, tapi juga siap menaklukkan pasar internasional secara berkelanjutan.