Yuk Kenalan dengan Energi Panas Bumi, Kekuatan Tersembunyi Indonesia untuk Listrik Bersih
Jakarta, 30 Desember 2025 — Selama ini, sumber listrik bersih kerap diasosiasikan dengan tenaga air, angin, atau sinar matahari. Padahal, Indonesia memiliki kekuatan lain yang tak kalah besar dan stabil: energi panas bumi atau geothermal. Bahkan, Indonesia tercatat sebagai negara dengan cadangan panas bumi terbesar kedua di dunia, menyimpan sekitar 40 persen dari total potensi global.
Berbeda dengan energi surya dan angin yang bergantung pada cuaca dan waktu, energi panas bumi mampu menghasilkan listrik secara konsisten selama 24 jam. Karakter ini menjadikan geothermal sebagai sumber energi ideal untuk menopang gaya hidup modern yang menuntut pasokan listrik tanpa henti, mulai dari konektivitas internet, penggunaan gawai, hingga pengembangan kendaraan listrik.
Baca juga: Riset Ungkap Adopsi Mobil Listrik RI Masih Terbatas, Early Adopter Dominasi Pasar
Di balik deretan gunung berapi dan bentang alam Indonesia, tersimpan lebih dari 2.000 titik panas bumi. Namun hingga kini, pemanfaatannya baru mencapai sekitar 12 persen dari total potensi nasional yang diperkirakan mencapai 24 gigawatt (GW). Padahal, setiap 1 megawatt (MW) listrik panas bumi dapat memenuhi kebutuhan listrik hingga 1.000 rumah.
Sebagai perusahaan panas bumi terbesar di Indonesia, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus mendorong optimalisasi energi panas bumi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Tidak hanya untuk pembangkit listrik, panas bumi juga dimanfaatkan lintas sektor di berbagai wilayah kerja PGE.
Di Kamojang, panas bumi dimanfaatkan melalui Geothermal Dry House untuk pengeringan biji kopi serta produksi pupuk organik (geo-fertilizer). Di Lahendong, panas bumi mendukung produksi pupuk ramah lingkungan Booster Katrili, pengembangan wisata air panas Lao-Lao Geopark, hingga pengolahan gula aren. Sementara di Ulubelu, energi panas bumi dimanfaatkan untuk budidaya melon, dan di Karaha untuk pengolahan brine panas bumi menjadi pupuk organik Pupuk Combine.
Baca juga: Kakao Aceh Menuju Masa Depan Regeneratif
Selain multifungsi, energi panas bumi juga membawa dampak positif bagi lingkungan. Pemanfaatannya mampu menekan emisi karbon karena tidak menggunakan bahan bakar fosil, mendukung transisi menuju energi bersih, serta mengurangi ketergantungan Indonesia pada energi fosil impor.
Dengan potensi besar yang dimiliki, Indonesia sejatinya tidak perlu menunggu teknologi dari luar negeri atau bergantung pada cuaca cerah untuk menikmati listrik bersih. Panas bumi adalah energi lokal, dari Indonesia, untuk Indonesia. Jika dimanfaatkan secara optimal, geothermal dapat menjadi fondasi kuat swasembada energi nasional sekaligus memperkuat kemandirian bangsa di sektor energi dan lingkungan.
Saatnya masyarakat makin mengenal dan memahami potensi energi panas bumi. Semakin banyak yang tahu, semakin besar pula manfaat yang bisa dirasakan bersama. Panas bumi bukan hanya milik para ahli, tapi milik seluruh rakyat Indonesia.
