Hear in Hijab, Inovasi Wardah untuk Perempuan Berhijab dengan Gangguan Pendengaran
Jakarta, 11 Mei 2026 – Di Indonesia, hijab bukan sekadar pelengkap busana, tetapi bagian dari identitas dan keseharian jutaan perempuan. Namun, bagi sebagian perempuan berhijab—terutama usia lanjut—penggunaan alat bantu dengar kerap menjadi tantangan, karena desain perangkat yang belum sepenuhnya kompatibel dengan cara berhijab. Melihat kebutuhan ini, Dentsu Indonesia bersama Wardah menghadirkan inovasi “Hear in Hijab”, alat bantu dengar yang dirancang khusus untuk perempuan berhijab.
Berbeda dari alat bantu dengar konvensional yang ditempatkan di dalam atau belakang telinga, Hear in Hijab hadir dalam bentuk pin bros yang dikenakan di luar hijab. Perangkat ini dirancang untuk menangkap suara tanpa terhalang lapisan kain, lalu mentransmisikannya secara nirkabel ke telinga dengan kejernihan suara yang diperkuat hingga 100 desibel.
Baca juga: Kita Sibuk Memoles Wajah, Padahal Hidup Berjalan dari Belakang
Inovasi ini lahir dari realitas yang dihadapi banyak perempuan Indonesia. Data yang dikutip perusahaan menunjukkan satu dari tiga perempuan Indonesia berusia di atas 50 tahun mengalami gangguan pendengaran parsial. Ketika kondisi tersebut dipadukan dengan penggunaan hijab yang menutupi area telinga, kejernihan suara dapat semakin berkurang dan berpotensi meningkatkan risiko jatuh maupun kecelakaan.
Dengan bobot sekitar 12 gram, perangkat ini dibuat ringan, dapat disesuaikan, serta kompatibel dengan berbagai jenis bahan hijab. Pengembangannya dilakukan bersama perusahaan teknologi Digital Nativ, dengan pendekatan desain yang mencoba menyesuaikan kebutuhan nyata perempuan berhijab, bukan memaksa pengguna beradaptasi dengan teknologi yang sudah ada.
Group Head New Brand Innovation Paragon Technology and Innovation, Khikin Indahsari, mengatakan inovasi ini menjadi bagian dari komitmen Wardah untuk mendampingi perempuan Indonesia di setiap fase kehidupan mereka.
“Wardah selalu percaya bahwa kecantikan hadir untuk setiap perempuan, di setiap tahap kehidupannya. Hijab adalah ekspresi identitas dan kepercayaan diri. Hear in Hijab menjadi bentuk nyata bagaimana kami ingin hadir melampaui produk, menciptakan dampak yang benar-benar bermakna bagi perempuan Indonesia,” ujar Khikin dalam keterangannya.
Saat ini, Hear in Hijab masih berada pada tahap awal implementasi. Perangkat perdana telah didistribusikan kepada sejumlah pengguna terpilih, sementara fase berikutnya tengah dipersiapkan untuk menjangkau lebih banyak perempuan berhijab di Indonesia.
Baca juga: Industri Kosmetik RI Terus Bersolek, Pasarnya Diproyeksi Tembus Rp160 Triliun
Chief Creative & Experience Officer Dentsu Creative Indonesia, Defri Dwipaputra, menilai inovasi perlu hadir dengan memahami kompleksitas kebutuhan masyarakat Indonesia, khususnya perempuan.
“Perempuan Indonesia memiliki kehidupan, keyakinan, dan kebutuhan yang sering kali terlalu kompleks untuk disederhanakan. Melalui Hear in Hijab, kami ingin menunjukkan bahwa teknologi dan inovasi dapat menjadi instrumen perubahan yang benar-benar relevan dengan kehidupan mereka,” kata Defri.
Tak hanya menjadi inovasi sosial, kampanye Hear in Hijab juga telah mendapat pengakuan industri kreatif dengan meraih Grand Prix of Medium di ajang Citra Pariwara, penghargaan tertinggi pada kategori tersebut.
Kehadiran Hear in Hijab sekaligus menunjukkan pergeseran pendekatan brand, dari sekadar menjual produk menuju menciptakan solusi yang lebih kontekstual dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.
