Industri Kosmetik RI Terus Bersolek, Pasarnya Diproyeksi Tembus Rp160 Triliun
Jakarta, 6 April 2026 — Industri kosmetik nasional terus menunjukkan pertumbuhan signifikan di tengah meningkatnya permintaan produk kecantikan yang aman, inovatif, dan ramah lingkungan. Di tengah momentum tersebut, Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (PERKOSMI) kembali menggelar Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) 2026 sebagai upaya memperkuat daya saing industri kosmetik nasional.
Pameran dan forum industri kecantikan itu berlangsung pada 6–8 Mei 2026 di Hall D dan A3 JIExpo Kemayoran, Jakarta, dengan mengusung tema “Innovating the Future of Cosmetic Ingredients: Technology, Safety, and Sustainable Excellence”.
ICI 2026 digelar di tengah pertumbuhan industri kosmetik nasional yang terus meningkat, sekaligus menjelang implementasi wajib sertifikasi halal produk pada Oktober 2026. Kondisi tersebut dinilai mendorong pelaku industri untuk mempercepat transformasi, baik dari sisi inovasi produk, kepatuhan regulasi, hingga praktik bisnis berkelanjutan.
Baca juga: Belanja Produk Beauty Makin Hybrid, O2O Jadi Jawaban Kebiasaan Baru Konsumen
Berdasarkan proyeksi sejumlah lembaga riset termasuk Statista, nilai pasar kosmetik Indonesia pada 2026 diperkirakan menembus lebih dari US$10 miliar dengan pertumbuhan rata-rata di atas 5,5 persen dalam lima tahun ke depan.
Pertumbuhan itu juga tercermin dari meningkatnya jumlah pelaku usaha kosmetik. Data BPOM mencatat terdapat 1.684 industri kosmetik di Indonesia, dengan sekitar 85 persen di antaranya merupakan industri kecil dan menengah (IKM).
Ketua Umum PERKOSMI, Sancoyo Antarikso, mengatakan industri kecantikan kini bergerak menuju standar yang lebih tinggi, di mana aspek teknologi, keamanan produk, dan keberlanjutan menjadi faktor utama.
“Industri kecantikan saat ini bergerak menuju standar yang lebih tinggi, di mana teknologi, keamanan, dan keberlanjutan menjadi faktor utama dalam pengembangan produk,” ujar Sancoyo.
Menurut dia, pelaku industri tidak cukup hanya mengikuti tren pasar, tetapi juga harus mampu menghadirkan inovasi berbasis teknologi sekaligus memastikan keamanan produk dan keberlanjutan lingkungan. “Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mempercepat transformasi ini,” katanya.
ICI 2026 menghadirkan 98 perusahaan nasional dan internasional melalui 564 stan pameran. Agenda tersebut juga diramaikan seminar dan diskusi terkait inovasi bahan baku, perkembangan teknologi kosmetik, keamanan produk, serta tren industri global.
Dari sisi regulator, Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menilai pengembangan industri kosmetik kini harus berjalan beriringan dengan penguatan aspek keamanan dan keberlanjutan.
“Industri kosmetik saat ini tidak hanya dituntut menghasilkan produk yang efektif dan menarik, tetapi juga harus mampu menjamin keamanan bagi konsumen serta memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan,” ujar Taruna dalam sambutan video.
Baca juga: TACO Terapkan Zero Waste Manufacturing
Ia menambahkan, pengembangan bahan baku berbasis riset dan inovasi menjadi faktor penting untuk memenangkan persaingan industri kosmetik global.
Selain pameran, ICI 2026 juga menghadirkan Innovation Zone yang menampilkan inovasi bahan baku terbaru, serta Formulation Lab untuk memberikan pengalaman langsung dalam proses formulasi produk kosmetik.
PERKOSMI menargetkan lebih dari 15.000 pengunjung hadir dalam ajang tersebut. Melalui ICI 2026, asosiasi berharap ekosistem industri kosmetik nasional semakin kuat dan mampu menghasilkan produk yang aman, berkualitas, serta relevan dengan kebutuhan konsumen.
