L’Oréal Tantang Startup Indonesia Ciptakan Inovasi Baru di Industri Kecantikan
Jakarta, 22 Juni 2026 | Industri kecantikan terus bergerak menuju era yang lebih personal dan berbasis teknologi. Perubahan perilaku konsumen, perkembangan kecerdasan buatan (AI), hingga kebutuhan terhadap solusi berkelanjutan membuka ruang baru bagi startup untuk ikut membentuk masa depan sektor ini.
Menangkap peluang tersebut, L’Oréal kembali membuka pendaftaran program L’Oréal SAPMENA Big Bang Beauty Tech Innovation Program 2026. Program ini memberi peluang kepada startup Indonesia menghadirkan solusi inovatif yang dapat menjawab tantangan industri kecantikan di masa mendatang. Pendaftaran dibuka hingga 3 Juli 2026 melalui situs resmi L’Oréal SAPMENA Big Bang Beauty Tech Innovation Program.
Baca juga: TransTRACK Pamerkan Inovasi Digital Maritim di Panggung Global
Startup terpilih nantinya berkesempatan menjalankan pilot project komersial yang didanai bersama salah satu dari 40 brand internasional L’Oréal, sekaligus mendapatkan pendampingan dari para pemimpin industri serta peluang memperluas implementasi solusi ke 35 pasar kawasan SAPMENA (South Asia Pacific, Middle East and North Africa).
Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan di kawasan SAPMENA, program ini dirancang sebagai jembatan antara inovasi startup dan kebutuhan bisnis nyata. Hingga saat ini, tujuh startup dari periode sebelumnya telah menjalankan proyek percontohan bersama brand L’Oréal untuk mengembangkan solusi yang berpotensi diterapkan dalam skala lebih luas.
Potensi Besar Startup di tengah Transformasi Industri Kecantikan
Indonesia menjadi salah satu pasar yang menarik dalam perkembangan ekosistem startup kawasan. Dengan lebih dari 33.000 startup, Indonesia memiliki peluang besar untuk melahirkan inovasi yang menjawab kebutuhan konsumen yang semakin digital, personal, dan mengandalkan teknologi.
Di sisi lain, pasar kecantikan dan perawatan personal Indonesia juga terus berkembang. Data yang dikutip L’Oréal menunjukkan nilai pasar sektor tersebut mencapai Rp174,5 triliun pada 2025, dengan proyeksi pertumbuhan rata-rata 5,5 persen per tahun.
Presiden Direktur L’Oréal Indonesia Benjamin Rachow, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar dari sisi talenta dan inovasi.
“Indonesia memiliki talenta dan semangat inovasi yang luar biasa. Melalui L’Oréal SAPMENA Big Bang Beauty Tech Innovation Program, kami ingin membuka akses bagi startup Indonesia untuk mengembangkan solusi yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan bisnis dan konsumen yang terus berkembang,” ujar Benjamin.
Menurutnya, kolaborasi antara startup dan industri dapat mempercepat lahirnya solusi yang memberikan dampak nyata bagi perkembangan industri kecantikan.
Lima Area Inovasi
Program tahun ini membuka peluang bagi startup yang memiliki solusi di lima kategori utama, yakni Connected Brand Experience, Creators & Affiliates, AI-Powered Commerce, Science for Beauty, serta Innovation for Good.
Chief of Corporate Digital Marketing L’Oréal Indonesia Isabel Falco melihat banyak startup memiliki ide kuat, tetapi masih membutuhkan akses pasar dan mitra yang tepat untuk berkembang.
“Banyak startup memiliki ide yang kuat, namun membutuhkan akses ke pasar dan mitra yang tepat untuk berkembang. Melalui program ini, kami ingin membantu startup menguji solusi mereka dalam konteks bisnis nyata, berkolaborasi dengan berbagai brand L’Oréal, serta memperoleh bimbingan dan jejaring yang dapat mempercepat pertumbuhan mereka,” kata Isabel.
Startup yang lolos seleksi akan mengikuti rangkaian proses regional hingga Grand Finale di Singapura. Selain peluang pilot project komersial, peserta juga akan mendapatkan pendampingan selama satu tahun dari pimpinan senior L’Oréal dan mitra program, termasuk Google, Meta, dan Accenture.
Kolaborasi Teknologi dan Sains untuk Masa Depan Kecantikan
Transformasi industri kecantikan kini tidak hanya bergantung pada pengembangan produk, tetapi juga bagaimana teknologi mampu menciptakan pengalaman konsumen yang lebih relevan.
Baca juga: Industri Kosmetik RI Terus Bersolek, Pasarnya Diproyeksi Tembus Rp160 Triliun
Berbagai inovasi sebelumnya menunjukkan bagaimana kolaborasi antara perusahaan, startup, dan institusi teknologi dapat menghasilkan solusi baru, mulai dari teknologi virtual try-on berbasis AI hingga pengembangan perangkat kecantikan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Chief of Corporate Affairs, Engagement & Sustainability L’Oréal Indonesia Melanie Masriel, mengatakan masa depan industri kecantikan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
“Masa depan kecantikan tidak dibangun oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pelaku industri, inovator, dan para startup yang berani menghadirkan cara-cara baru untuk menjawab kebutuhan konsumen yang terus berkembang,” ujar Melanie.
