AI Kini Jadi Skill Baru yang Mulai Dibutuhkan di Dunia Kerja
Jakarta, 26 Mei 2026—Perkembangan Artificial Intelligence (AI) semakin mengubah cara masyarakat bekerja dan menjalankan bisnis. Jika sebelumnya AI identik dengan industri teknologi dan coding, kini penggunaannya mulai meluas ke berbagai bidang, mulai dari operasional bisnis, pemasaran, customer service, hingga pengembangan karier profesional.
Fenomena ini juga mulai terlihat di Indonesia. Banyak perusahaan kini mulai memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas, menghemat waktu kerja, hingga membantu proses pengambilan keputusan. Di sisi lain, individu juga mulai menggunakan AI untuk membantu pekerjaan sehari-hari, membuat konten, menyusun CV, hingga membangun workflow otomatis secara lebih praktis.
Baca juga: Bukan Sekadar Administrasi, HR Kini Dituntut Jadi Penggerak Bisnis
Chief Technology Officer Cakap, Yohan Limerta, mengatakan bahwa kemampuan menggunakan AI saat ini mulai berkembang menjadi skill baru yang relevan di berbagai industri.
“Dulu kemampuan digital seperti Microsoft Excel atau penggunaan tools online menjadi nilai tambah. Sekarang, AI mulai bergerak ke arah yang sama. Bukan hanya untuk engineer atau programmer, tetapi juga untuk profesional, pelaku bisnis, mahasiswa, bahkan pemula yang ingin bekerja lebih efektif dan produktif,” ujar Yohan.
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan lagi akses terhadap teknologi AI, melainkan bagaimana masyarakat dapat memahami cara memanfaatkan AI secara praktis dan relevan dengan kebutuhan nyata.
Pendekatan pembelajaran berbasis praktik dan proyek kini mulai banyak diminati karena dinilai lebih relevan dengan kebutuhan industri yang bergerak cepat. Masyarakat tidak hanya ingin memahami teori AI, tetapi juga ingin mengetahui bagaimana teknologi tersebut dapat diterapkan langsung untuk membantu pekerjaan dan aktivitas sehari-hari.
Baca juga: SCG Buka Beasiswa 2026, Bidik 400 Siswa dan 12 Mahasiswa
Melihat kebutuhan tersebut, Cakap menghadirkan Cakap AI Academy, sebuah program pembelajaran AI praktis yang dirancang untuk membantu masyarakat memahami penggunaan AI untuk kebutuhan kerja, bisnis, dan pengembangan karier. Program ini menghadirkan pembelajaran seputar automation workflow, AI chatbot, content generation, hingga pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas kerja dan bisnis.
Program pembelajaran ini menggunakan pendekatan no-code dan project-based learning, sehingga peserta dari berbagai latar belakang dapat mulai belajar membangun sistem AI sederhana tanpa harus memiliki pengalaman coding sebelumnya.
“AI seharusnya menjadi tools yang mempermudah pekerjaan manusia, bukan sesuatu yang terasa rumit dan eksklusif. Karena itu kami ingin membuat pembelajaran AI menjadi lebih accessible, practical, dan applicable untuk kebutuhan sehari-hari,” tambah Yohan.
