AI Mulai Masuk ke Bisnis UKM, Buka Jalan Produk Lokal Menembus Pasar Global
Jakarta, 18 Juni 2026 – Di tengah peluang pasar global yang semakin terbuka, pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia masih menghadapi tantangan besar untuk naik kelas. Keterbatasan sumber daya, minimnya tenaga ahli ekspor, hingga rumitnya proses perdagangan lintas negara menjadi sejumlah hambatan yang membuat banyak bisnis lokal sulit memperluas pasar.
Namun, perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai menawarkan pendekatan baru. Teknologi ini tidak lagi hanya berperan sebagai alat bantu, tetapi mulai digunakan untuk mendukung berbagai proses bisnis yang sebelumnya membutuhkan banyak waktu dan tenaga.
Baca juga: AI Alliance Resmi Ekspansi ke Indonesia, Dorong Inovasi AI Terbuka
Melihat fenomena tersebut, Alibaba.com memperkenalkan Accio Work, sebuah agen bisnis berbasis AI yang dirancang untuk membantu UKM menjalankan aktivitas perdagangan global secara lebih efisien.
Inovasi ini hadir bersamaan dengan pembukaan CoCreate Pitch 2026 Divisi Indonesia, kompetisi berbasis AI dengan total hadiah hingga Rp2 miliar bagi pelaku usaha, startup, dan mahasiswa.
Accio Work dikembangkan untuk membantu berbagai kebutuhan operasional perdagangan, mulai dari mengidentifikasi pasar potensial, membaca tren dan kompetitor, mencari pemasok, mengoptimalkan katalog produk, hingga mendukung aktivitas pemasaran global.
Tantangan UKM Bukan Hanya Pasar
Selama ini, banyak UKM Indonesia sebenarnya memiliki produk yang berpotensi masuk pasar internasional. Namun, tantangannya bukan hanya menemukan pembeli, melainkan bagaimana menjalankan operasional bisnis dengan standar global.
Kurva pembelajaran yang tinggi, keterbatasan pemahaman ekspor-impor, serta keterbatasan tenaga kerja menjadi faktor yang sering menghambat pelaku usaha untuk berkembang lebih jauh.
General Manager APAC Region Alibaba.com, Shawn Yang, menilai AI kini telah mengalami perubahan peran dalam dunia bisnis.
“Di tengah dinamisnya lingkungan perdagangan global, AI bukan lagi sekadar teknologi masa depan; ia telah menjadi infrastruktur inti yang secara fundamental mengubah cara bisnis beroperasi,” ujar Shawn.
Menurutnya, kehadiran teknologi AI dapat membantu UKM dan pelaku usaha kecil mengakses kemampuan operasional yang sebelumnya lebih banyak dimiliki perusahaan besar.
“Kami menghadirkan Accio Work agar UKM dan solopreneur di Indonesia dapat mengakses kemampuan operasional yang sebelumnya lebih banyak dimiliki perusahaan besar. Dengan dukungan AI, mereka dapat menjalankan berbagai aktivitas perdagangan global secara lebih cepat dan efisien,” katanya.
Baca juga: Di Tengah Gejolak Timur Tengah, Pupuk Indonesia Berpeluang untuk Ekspor
Dari Sekadar Asisten Menjadi Mitra Operasional
Perkembangan AI dalam dunia bisnis kini bergerak dari sekadar memberikan rekomendasi menuju kemampuan menjalankan sejumlah proses secara lebih mandiri.
Head of Global Seller Product & Services and APAC Buyer Growth Alibaba.com, James Zhang, mengatakan pendekatan tersebut menjadi dasar pengembangan Accio Work.
“Accio Work dirancang untuk memberikan UKM sebuah tim AI yang benar-benar plug-and-play; yang lebih mudah diadopsi, lebih profesional dalam eksekusi, dan lebih otonom dalam operasional,” ujarnya.
Ia menilai, teknologi tersebut dapat membantu bisnis berskala kecil memiliki kemampuan yang lebih kompetitif ketika menghadapi pasar internasional.
Indonesia menjadi salah satu pasar prioritas dalam pengembangan ekosistem perdagangan lintas batas Alibaba.com. Hal ini didorong oleh besarnya jumlah UKM serta meningkatnya minat pelaku usaha lokal untuk menjangkau pembeli internasional.
Head of Indonesia Business Alibaba.com, Roger Luo, mengatakan tantangan berikutnya bukan hanya membuka akses pasar, tetapi memastikan pelaku bisnis memiliki kemampuan operasional untuk merespons peluang tersebut.
“Kami melihat semakin banyak pembeli global yang mencari produk asal Indonesia di berbagai kategori. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas dan daya saing produk Indonesia semakin diakui di pasar internasional,” kata Roger.
Menurutnya, fokus utama saat ini adalah membantu bisnis lokal membangun kemampuan praktis, seperti menemukan pembeli lebih cepat, mempublikasikan produk secara lebih efisien, serta mengelola operasional dalam skala lebih besar.
Mencari Ide Bisnis Berbasis AI
Selain menghadirkan teknologi baru, Alibaba.com juga membuka CoCreate Pitch 2026 Divisi Indonesia. Program ini mengajak UKM, startup, dan mahasiswa mengembangkan ide bisnis berbasis AI agar dapat diuji dan dikembangkan menjadi solusi yang lebih siap pasar.
Melalui kompetisi tersebut, peserta akan mendapatkan kesempatan menggunakan berbagai perangkat berbasis AI untuk memvalidasi ide, menyusun strategi pemasaran, hingga meningkatkan kesiapan bisnis sebelum memasuki pasar yang lebih luas.
Pendaftaran CoCreate Pitch 2026 Divisi Indonesia dibuka mulai 18 Juni hingga 25 Agustus 2026. Sepuluh finalis akan diumumkan pada September, sementara pemenang nasional akan berkesempatan mewakili Indonesia dalam ajang global CoCreate 2026 di London pada November.
