Allianz Dorong UMKM Naik Kelas Lewat EMPOWERED+
Jakarta, 27 April 2026 – Upaya mendorong UMKM Indonesia agar lebih inklusif dan berkelanjutan kian diperkuat. Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli menggandeng lingkaran untuk menghadirkan program EMPOWERED+, sebuah inisiatif pemberdayaan ekonomi berbasis penguatan kapasitas bisnis.
Program ini dirancang bukan sekadar pelatihan, melainkan pendampingan menyeluruh agar UMKM mampu tumbuh secara terstruktur, inklusif, dan berkelanjutan—termasuk bagi pelaku usaha yang melibatkan penyandang disabilitas.
“EMPOWERED+ kami rancang bukan hanya sebagai pelatihan, tetapi sebagai proses pendampingan yang membangun kesiapan UMKM untuk terus bertumbuh secara bertahap dan berkelanjutan. Kami percaya UMKM memiliki peran krusial dalam pertumbuhan ekonomi,” ujar Ni Made Daryanti, Ketua Yayasan Allianz Peduli.
Baca juga: Saat Sarjana Sulit Cari Kerja, J&T Express Tantang Mahasiswa Jadi Pengusaha
Dari Belajar ke Akselerasi Bisnis
Dalam fase pembelajaran, peserta mengikuti masterclass dan mentoring intensif, sekaligus menyusun scale-up plan sebagai peta jalan pertumbuhan bisnis. Seluruh proses didukung sistem pembelajaran digital (LMS) agar fleksibel dan terukur.
Memasuki 2026, program berlanjut ke fase akselerasi—fokus pada implementasi strategi, pendampingan berkelanjutan, serta evaluasi dampak untuk memastikan pertumbuhan yang nyata.
“UMKM dapat bertumbuh lebih cepat jika mendapat akses pengetahuan yang tepat, pendampingan yang dekat, dan alat ukur yang jelas,” kata Wendy Pratama, Direktur lingkaran.
450 UMKM Terlibat, 25 Siap Akselerasi
Secara keseluruhan, EMPOWERED+ melibatkan 450 UMKM dari berbagai daerah. Dari jumlah tersebut, 25 UMKM terpilih mendapatkan pendampingan lebih intensif, termasuk dukungan seed funding untuk memperkuat implementasi rencana bisnis mereka.
Beberapa UMKM yang menonjol antara lain Creative Batik (inovasi batik ramah lingkungan), Semesta Agro Indonesia (agroindustri berbasis zero waste), Narasa Pangan Nusantara (pangan lokal berbasis distribusi digital), Kriya Kite Indonesia (pemberdayaan pengrajin perempuan), dan Ikanesia Nusantara Akuamarin (pakan berbasis circular economy).
Baca juga: Dari Dapur ke Digital: Perempuan UMKM Bangkit dengan AI
Berbeda dari program CSR konvensional, EMPOWERED+ menekankan pentingnya implementasi dan pengukuran dampak. Allianz memastikan setiap intervensi program tidak berhenti di pelatihan, tetapi berlanjut hingga tahap eksekusi bisnis.
“Tahun 2026 menjadi fase penting untuk mengawal eksekusi dan mengukur dampak secara lebih terstruktur. Kami percaya UMKM yang kuat dan inklusif akan memperkuat ketahanan ekonomi secara luas,” tutup Ni Made Daryanti.
