ASLI Pasang Target Rp710 Miliar, Transformasi Jadi Poros Baru Pertumbuhan
Jakarta, 28 April 2026 – Di tengah dinamika industri konstruksi yang semakin kompetitif, PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) memilih tidak sekadar bertahan—tetapi berbenah. Dalam Public Expose 2026, perusahaan ini memaparkan arah baru: transformasi bisnis yang lebih terstruktur dengan target perolehan kontrak Rp710 miliar tahun ini.
Langkah ini bukan sekadar angka. Ia menjadi sinyal bahwa ASLI tengah memasuki fase pemulihan yang dibarengi dengan reposisi strategis.
Baca juga: Saham DADA Melonjak 35% di Awal 2026, Apakah ini Sinyal Kebangkitan Emiten Properti?
Direktur Utama ASLI, Agus Karianto, menegaskan bahwa transformasi yang dijalankan bukan kosmetik, melainkan penguatan dari dalam.
“ASLI berkomitmen untuk menjalankan transformasi ini secara disiplin dengan fokus pada penguatan fundamental bisnis, peningkatan kinerja operasional, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.”
Transformasi ini hadir sebagai respons atas perubahan lanskap industri konstruksi yang kian kompleks. Bagi ASLI, daya saing tidak lagi cukup ditopang proyek, tetapi oleh sistem, efisiensi, dan ketahanan bisnis.
Roadmap pertumbuhan yang dipaparkan pun cukup agresif. ASLI membidik ekspansi proyek secara nasional, termasuk di luar Pulau Jawa dan kawasan Indonesia timur. Sumber kontrak masih didominasi sektor publik—BUMN dan APBN—yang secara kolektif menyumbang lebih dari 90% target.
Namun, strategi ASLI tidak berhenti pada ekspansi. Perusahaan juga memperkuat pipeline proyek, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengoptimalkan sumber daya sebagai fondasi pertumbuhan yang lebih sehat.
Baca juga: EBITDA SCG Tembus Rp23,1 Triliun di 9M 2025, Ditopang Efisiensi dan Produk Hijau
Modernisasi menjadi kata kunci. Digitalisasi proses konstruksi, pembaruan alat, hingga penerapan teknologi diarahkan untuk menekan biaya sekaligus menjaga ketepatan waktu proyek—dua hal yang kerap menjadi tantangan klasik di industri ini.
Di saat yang sama, ASLI juga menyiapkan fondasi jangka panjang: dari penguatan lini usaha, pengembangan kapasitas bisnis, hingga perluasan jangkauan operasional.
Menariknya, transformasi ini turut menyentuh aspek identitas. ASLI tengah menyiapkan rebranding perusahaan—mulai dari logo hingga nilai inti baru: Amanah, Sensitif, Loyal, dan Inovatif. Upaya ini menandai perubahan bukan hanya pada strategi, tetapi juga budaya kerja.
Agus menambahkan bahwa langkah yang diambil bersifat menyeluruh dan terintegrasi, “Secara strategis, Perseroan menjalankan langkah terintegrasi yang mencakup penguatan pemasaran melalui ekspansi pasar dan kerja sama operasi, peningkatan kapasitas produksi dan efisiensi metode kerja, pengelolaan keuangan yang disiplin melalui optimalisasi aset dan pengendalian biaya, pengembangan sumber daya manusia berbasis talent development, penerapan manajemen risiko yang terstruktur, serta penguatan sistem mutu dan K3L yang mengacu pada standar internasional.”
Dengan struktur perusahaan yang semakin solid dan pipeline proyek yang terus tumbuh, ASLI terlihat tidak hanya mengejar pertumbuhan—tetapi juga mencoba memastikan pertumbuhan itu berkelanjutan.
