Bukan Sekadar Banyak Lowongan, Jobstreet by SEEK Fokus pada Pekerjaan yang Relevan

Jakarta, 11 Mei 2026 – Di tengah banjir lowongan kerja digital, tantangan terbesar pencari kerja bukan lagi soal menemukan banyak pilihan, melainkan menemukan pekerjaan yang benar-benar sesuai. Hal inilah yang mendorong SEEK, induk dari Jobstreet dan Jobsdb, meluncurkan kampanye terbaru bertajuk “Relevansi” di enam negara Asia, termasuk Indonesia.

Kampanye ini membawa pesan sederhana namun penting: pencari kerja tidak membutuhkan lebih banyak lowongan, melainkan peluang karier yang paling sesuai dengan keterampilan, tujuan hidup, hingga preferensi kerja mereka. Di Indonesia, isu ini menjadi semakin relevan ketika ekspektasi pekerja terhadap pekerjaan ideal terus meningkat, sementara tantangan ketenagakerjaan masih berlangsung.

Baca juga: Rekrutmen 2026: Saat Pasar Kerja Tak Lagi Sekadar Mencari Gelar, tapi Kecakapan

Data Jobstreet Workplace Happiness Index menunjukkan sebanyak 82% pekerja di Indonesia mengaku bahagia di tempat kerja—angka tertinggi di Asia. Namun, di balik capaian tersebut, masih ada kesenjangan antara harapan dan realitas, terutama terkait pengembangan karier, tujuan kerja, dan kepuasan terhadap pekerjaan sehari-hari. Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka pada Agustus 2025 mencapai 4,85% atau sekitar 7,46 juta orang.

Melihat kondisi tersebut, SEEK mencoba menjawab kebutuhan pasar tenaga kerja melalui pendekatan berbasis relevansi. Lewat teknologi pencocokan berbasis kecerdasan buatan (AI), Jobstreet dan Jobsdb diklaim mampu membantu pencari kerja menemukan posisi yang lebih sesuai, alih-alih sekadar menampilkan daftar lowongan sebanyak mungkin.

Chief Marketing Officer APAC SEEK, Maryanne Tsiatsias, mengatakan pencarian kerja kini semakin membutuhkan pendekatan yang lebih personal dan tepat sasaran.

“Ketika berbicara tentang mencari pekerjaan, kami memahami betapa pentingnya bagi masyarakat di Asia untuk menemukan peluang karier yang benar-benar tepat. Semua yang kami lakukan bertujuan membantu mewujudkan hal tersebut, termasuk melalui kemampuan pencarian dan pencocokan di platform SEEK,” ujar Maryanne dalam keterangannya.

Teknologi AI yang digunakan SEEK menganalisis berbagai aspek, mulai dari keterampilan, pengalaman kerja, preferensi pengguna, hingga perilaku pencarian. Hasilnya, pengguna memperoleh rekomendasi lowongan yang lebih relevan dan personal, termasuk indikator seperti Strong Applicant Badge untuk membantu kandidat melihat peluang yang paling sesuai dengan profil mereka.

Pendekatan ini juga memberi keuntungan bagi perusahaan. Dengan pencocokan berbasis data, perusahaan disebut dapat menemukan kandidat yang lebih tepat, baik untuk kebutuhan level pemula, profesional senior, hingga perekrutan di sektor UMKM maupun korporasi besar.

Maryanne menegaskan, bahwa relevansi kini menjadi kata kunci dalam ekosistem pencarian kerja modern.

Baca juga: 80% Pekerja Masih Menilai PHK Tidak Manusiawi

“Pencari kerja tidak lagi hanya menginginkan lebih banyak pilihan, tetapi pilihan yang tepat. Melalui kampanye ini, kami ingin mempertegas bahwa Jobstreet dan Jobsdb hadir untuk membantu menemukan kesempatan yang benar-benar sesuai,” katanya.

Tak hanya mengandalkan teknologi, kampanye “Relevansi” juga dikemas melalui pendekatan kreatif yang dekat dengan budaya Asia. Dikembangkan bersama Accenture Song, kampanye ini menghadirkan karakter ikonik seperti putri duyung hingga Raja Kera (Monkey King) untuk menggambarkan bagaimana setiap individu dapat menemukan “pasangan kerja” yang tepat.

Managing Director Accenture Song, Melissa Eisner, menyebut persepsi masyarakat Asia terhadap pekerjaan kerap dipengaruhi nilai keluarga, budaya, hingga tujuan hidup.

“Kami ingin menghadirkan cerita yang terasa dekat dengan kehidupan masyarakat di enam negara Asia. Kampanye ini bukan sekadar menonjolkan fitur produk, tetapi membuat gagasan tentang pencocokan pekerjaan terasa lebih personal dan nyata,” ujar Melissa.