FutureFin Jadi Panggung Inovasi Fintech Mahasiswa UNS
Jakarta, 5 Mei 2026 — PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) bersama Universitas Sebelas Maret (UNS) mengumumkan pemenang FutureFin, kompetisi karya tulis ilmiah yang mendorong inovasi mahasiswa di sektor fintech lending.
Program ini menjadi bagian dari inisiatif Tech for Indonesia, dengan fokus pada pengembangan solusi pinjaman daring (pindar) yang aman dan bertanggung jawab. Sebanyak 61 karya masuk dalam kompetisi, dengan 10 finalis mempresentasikan ide di hadapan juri dari kalangan industri dan akademisi.
Baca juga: CIMB Niaga Gandeng Kampus, Siapkan Talenta Masuki Dunia Industri
Berikut tiga karya terbaik yang terpilih:
- Juara 1: Oryza Sativa Heavenia & Piero Muharoja Anantra (deteksi fraud berbasis data perilaku)
- Juara 2: Zahra Syakira Nabilla (credit scoring berbasis AI)
- Juara 3: Jonnathan Azarel Gunawan & Raihan Ade Alfattah (optimalisasi limit kredit berbasis machine learning)
Direktur Keuangan AdaKami, Valentina Juveline, menilai kompetisi ini menjadi ruang konkret bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam perkembangan industri fintech. “Melalui kompetisi FutureFin, kami ingin membuka ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung terhadap perkembangan industri fintech yang dinamis,” ujarnya.
Ia menambahkan, kualitas ide yang masuk menunjukkan potensi besar talenta muda Indonesia. “Antusiasme dan kualitas gagasan yang ditunjukkan menjadi bukti bahwa talenta muda Indonesia memiliki potensi besar untuk membawa inovasi yang berdampak bagi masa depan industri ini,” kata Valentina.
Dari sisi akademisi, Dekan FEB UNS, Bhimo Rizky Samudro, menilai FutureFin menjadi jembatan antara kampus dan industri.
“FutureFin menjadi wadah yang sangat baik untuk mengasah kemampuan sekaligus menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan industri,” ujarnya.
Baca juga: Saat Sarjana Sulit Cari Kerja, J&T Express Tantang Mahasiswa Jadi Pengusaha
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan untuk mendorong inovasi fintech yang relevan dengan tantangan inklusi keuangan.
Para peserta juga merasakan manfaat langsung dari kompetisi ini. Zahra Syakira Nabilla, peraih juara kedua, menilai ajang ini membuka ruang eksplorasi ide di bidang fintech. “Acara ini sangat luar biasa karena kami bisa eksplor dan mencari solusi dalam dunia fintech,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Raihan Ade Alfattah, juara ketiga. “Kompetisi ini memberikan kami kesempatan untuk memahami industri fintech lending lebih dalam,” katanya.
Sebagai bentuk apresiasi, para pemenang mendapatkan hadiah uang tunai, kesempatan apprenticeship di AdaKami, serta eksposur langsung ke ekosistem industri.
