Indonesia Eximbank catat laba bersih Rp77 miliar pada triwulan I 2026
Jakarta, 20 Mei 2026 — Indonesia Eximbank (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia/LPEI) membukukan laba bersih sebesar Rp77 miliar pada Triwulan I 2026, tumbuh 81% secara year on year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp42 miliar.
Kinerja positif ini didorong oleh peningkatan aktivitas bisnis serta perbaikan kualitas aset yang berkelanjutan. Hingga akhir Maret 2026, pembiayaan business unit tercatat mencapai Rp32,3 triliun atau meningkat 13% dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp28,6 triliun.
Baca juga: Kinerja Menguat, Laba Bank Muamalat Melonjak 47,5% di 2025
Selain itu, penjaminan tercatat sebesar Rp4,2 triliun dan volume asuransi mencapai Rp1,4 triliun. Capaian tersebut menegaskan peran aktif Indonesia Eximbank dalam mendukung pembiayaan sekaligus mitigasi risiko bagi pelaku usaha berorientasi ekspor.
Dari sisi kualitas aset, Indonesia Eximbank mencatat collection dan special asset sebesar Rp648 miliar. Kinerja tersebut turut mendorong perbaikan rasio NPL nett menjadi 1,77%, membaik dibandingkan posisi Desember 2025 sebesar 2,41%.
Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank, Sukatmo Padmosukarso mengatakan bahwa capaian ini mencerminkan penguatan fundamental bisnis dan efektivitas strategi pengelolaan risiko yang dijalankan perusahaan.
“Peningkatan kinerja Indonesia Eximbank ini sejalan dengan peningkatan aktivitas Pembiayaan Ekspor Nasional dan perbaikan fundamental pengelolaan aset serta mencerminkan peran aktif Indonesia Eximbank dalam mendukung program Asta Cita Pemerintah, namun tetap memenuhi prudential norms untuk menjaga kualitas pembiayaan dan keberlanjutan usaha,” ujar Sukatmo.
Dalam mendukung program ekspor nasional melalui Penugasan Khusus Ekspor (PKE), realisasi disbursement PKE pada Triwulan I 2026 tercatat mencapai Rp3,6 triliun atau tumbuh 39% secara YoY.
Program PKE Trade Finance dan PKE Kawasan menjadi kontributor terbesar terhadap penyaluran tersebut. Sementara itu, Program PKE UKM menjadi program dengan portofolio debitur terbanyak, menunjukkan tingginya kebutuhan pembiayaan bagi pelaku UKM berorientasi ekspor.
“Melalui program PKE, pelaku usaha berorientasi ekspor dapat meningkatkan kapasitas produksi, menjaga keberlanjutan usaha, memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global, serta memperluas akses ke pasar internasional, khususnya negara-negara non-tradisional,” lanjut Sukatmo.
Selain memperkuat pembiayaan ekspor, Indonesia Eximbank juga terus mendorong pengembangan kapasitas pelaku usaha melalui layanan konsultasi dan program pemberdayaan ekspor.
Baca juga: Java Fresh Ekspor Buah Indonesia ke 25 Negara
Hingga Maret 2026, jumlah Desa Devisa binaan Indonesia Eximbank meningkat menjadi 2.379 desa. Dari total tersebut, sebanyak 199 Desa Devisa telah mengalami peningkatan kualitas melalui penguatan kelembagaan, pelatihan manajemen ekspor, penguatan proses produksi, hingga perluasan akses pasar melalui kegiatan business matching.
Pada periode yang sama, Indonesia Eximbank juga berhasil mencetak 120 eksportir baru sehingga total akumulasi eksportir baru yang dihasilkan mencapai 1.774 eksportir.
“Berbagai pencapaian ini mencerminkan komitmen Indonesia Eximbank dalam memperkuat ekosistem ekspor nasional melalui pembiayaan, penjaminan, asuransi, serta pengembangan kapasitas pelaku usaha berorientasi ekspor,” tutup Sukatmo.
