Living Lab Ventures Buka Jalan Startup Global Masuk Indonesia
BSD City, 12 Mei 2026 — Indonesia makin dilirik sebagai pasar ekspansi perusahaan teknologi global. Namun, memahami karakter pasar lokal, membangun koneksi bisnis, hingga menguji model usaha sering kali menjadi tantangan awal. Celah inilah yang coba dijawab oleh program International Landing Pad milik Sinar Mas Land melalui Living Lab Ventures (LLV).
Program yang dikembangkan sebagai soft-landing platform tersebut dirancang untuk membantu perusahaan global masuk ke pasar Indonesia dengan pendekatan yang lebih terukur. Mulai dari akses jaringan industri, pemahaman pasar lokal, hingga ruang untuk menguji solusi bisnis sebelum berekspansi lebih jauh.
Sejak berjalan, program ini telah diikuti 15 perusahaan teknologi dari enam negara Asia-Pasifik, yakni Jepang, Australia, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, dan Malaysia. Peserta memanfaatkan ekosistem BSD City sebagai laboratorium hidup (living laboratory) untuk menguji inovasi sekaligus membangun relasi dengan pelaku industri di Indonesia.
Baca juga: TipTip Tembus EBITDA Positif, AI Jadi Pengungkit
Program ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif sebagai bagian dari upaya memperkuat transformasi ekonomi digital dan transfer teknologi di dalam negeri.
Tri Wahyudi menilai kehadiran International Landing Pad dapat menjadi pintu masuk investasi yang lebih berkualitas bagi subsektor aplikasi digital di Indonesia.
“Program ini diharapkan tidak hanya membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan global, tetapi juga mendorong transfer teknologi, penguatan kapasitas talenta digital lokal, serta mempercepat pertumbuhan startup berbasis inovasi di Indonesia,” ujar Tri dalam keterangannya.
Melalui program tersebut, setiap perusahaan peserta mendapat fasilitas ruang kerja selama enam bulan bagi dua perwakilan tim mereka. Mereka juga memperoleh akses ke berbagai fasilitas dalam ekosistem inovasi BSD City, mulai dari ruang kolaborasi, pusat komunitas, makerspace, hingga innovation hub.
Skema ini memungkinkan perusahaan asing berinteraksi langsung dengan startup lokal, komunitas inovasi, hingga mitra industri potensial. Pendekatan tersebut dinilai penting agar perusahaan global tidak sekadar masuk pasar, tetapi juga memahami pola bisnis dan kebutuhan konsumen Indonesia.
Partner Living Lab Ventures, Bayu Seto, mengatakan banyak perusahaan global melihat Indonesia sebagai pasar dengan pertumbuhan besar, tetapi sering menghadapi hambatan saat mulai berekspansi.
Baca juga: Videotto, Startup Bikinan Anak Muda Berusia 18 Tahun Raup Pendanaan dari East Ventures
“Melalui International Landing Pad, kami ingin membantu perusahaan global menjajaki peluang pasar Indonesia sekaligus melakukan uji coba solusi dengan dukungan ekosistem startup, mitra industri, dan jaringan bisnis yang relevan,” kata Bayu.
Salah satu nilai jual utama program ini adalah integrasinya dengan BSD City yang dikembangkan di atas area sekitar 6.000 hektare dan dihuni lebih dari 500 ribu penduduk. Kawasan ini dinilai memberi ruang ideal untuk pengembangan teknologi perkotaan (smart city), mulai dari solusi infrastruktur pintar, teknologi lingkungan, hingga aplikasi urban berbasis digital.
Bagi LLV, program ini bukan hanya tentang menarik perusahaan asing masuk ke Indonesia, tetapi juga memperkuat model investasi berbasis kolaborasi strategis. Tujuannya, menciptakan ekosistem yang mempertemukan modal global, inovasi teknologi, dan kebutuhan pasar lokal dalam satu ruang pertumbuhan yang berkelanjutan.
