Pemimpin AI Berpeluang 3 Kali Lebih Besar Cetak Profit Tinggi

Jakarta, 15 Desember 2025 — Adopsi kecerdasan buatan (AI) bukan lagi sekadar eksperimen teknologi. Laporan terbaru NTT DATA menunjukkan bahwa perusahaan yang berhasil memimpin penerapan AI memiliki peluang hingga tiga kali lebih besar untuk mencetak margin keuntungan tinggi dibandingkan kompetitornya.

Temuan tersebut tertuang dalam laporan 2026 Global AI Report: A Playbook for AI Leaders, yang disusun berdasarkan survei terhadap 2.567 eksekutif senior di 35 negara dan 15 industri. Studi ini mengungkap bahwa hanya 15% perusahaan yang masuk kategori AI leaders, namun kelompok kecil ini secara konsisten mencatat pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas yang jauh lebih unggul.

Baca juga: DANA Luncurkan AI Enablement Playbook: Panduan Praktis Adopsi AI

NTT DATA mencatat, perusahaan pemimpin AI memiliki kemungkinan 2,5 kali lebih besar membukukan pertumbuhan pendapatan di atas 10%, serta lebih dari tiga kali lipat peluang mencapai margin keuntungan minimal 15%.

“Akuntabilitas AI kini telah menjadi agenda dewan direksi dan membutuhkan pendekatan lintas organisasi. Riset kami menunjukkan bahwa pemimpin AI mampu memanfaatkan teknologi ini untuk membedakan diri, tumbuh lebih cepat, dan menciptakan nilai baru melalui kolaborasi manusia dan mesin,” ujar Yutaka Sasaki, President and CEO NTT DATA Group.

Strategi Jadi Pembeda Utama

Laporan ini menegaskan bahwa pemimpin AI tidak memosisikan AI sebagai proyek teknologi semata, melainkan sebagai mesin pertumbuhan inti. Mereka menyelaraskan strategi bisnis dengan AI, memilih area bernilai ekonomi tinggi, serta mendesain ulang proses bisnis secara end-to-end.

Pendekatan ini menciptakan efek flywheel, di mana investasi awal pada AI menghasilkan dampak cepat, memicu reinvestasi, dan mempercepat pertumbuhan berkelanjutan. Alih-alih menambahkan fitur AI di permukaan, para pemimpin AI justru membangun ulang aplikasi inti dengan AI yang tertanam secara mendalam.

Baca juga: Kedaulatan AI Menjadi Kunci Masa Depan Digital

Selain strategi, faktor eksekusi menjadi pembeda krusial. Pemimpin AI membangun fondasi teknologi yang aman dan dapat diskalakan, termasuk pengembangan private dan sovereign AI. Mereka juga mengadopsi pendekatan expert-first AI, di mana AI digunakan untuk memperkuat kapabilitas tenaga ahli, bukan menggantikannya.

NTT DATA juga menyoroti pentingnya tata kelola yang jelas. Perusahaan dengan performa terbaik memusatkan pengawasan AI, memberikan mandat kuat kepada Chief AI Officer (CAIO), serta menggandeng mitra strategis eksternal untuk mempercepat penciptaan nilai bisnis.

“Setelah strategi AI dan bisnis selaras, langkah paling efektif adalah memilih satu atau dua domain bernilai tinggi, lalu mendesain ulang seluruh prosesnya dengan AI. Dengan tata kelola yang kuat dan mitra terpercaya, proyek AI dapat bergerak cepat dari tahap pilot menjadi profit nyata,” ujar Abhijit Dubey, CEO dan CAIO NTT DATA, Inc.

Laporan ini menegaskan, bahwa di tengah akselerasi AI global, keunggulan tidak ditentukan oleh seberapa cepat perusahaan mengadopsi teknologi, melainkan oleh kejelasan strategi, kualitas eksekusi, dan keberanian melakukan transformasi menyeluruh.