Program Bayi Tabung di Primaya Evasari Hospital Wujudkan Penantian 9 Tahun Rifky Alhabsyi dan Istri

Jakarta, 19 Mei 2026 – Penantian panjang selama sembilan tahun akhirnya berbuah kebahagiaan bagi pasangan Rifky Alhabsyi dan Yulia Rahmayani. Setelah melalui perjuangan menghadapi infertilitas, keduanya berhasil menyambut kelahiran putra pertama mereka, Muhammad Rafasya Zayyan Alhabsyi, melalui program bayi tabung (IVF) bersama Smart Fertility Clinic dan proses persalinan di Primaya Evasari Hospital.

Bayi laki-laki tersebut lahir dengan berat 2,45 kilogram dan panjang 45 sentimeter, menjadi jawaban atas perjalanan panjang pasangan ini dalam mendapatkan buah hati.

Yulia diketahui mengalami gangguan pada saluran reproduksi hingga harus menjalani operasi pengangkatan kedua tuba falopi (salpingektomi). Kondisi tersebut membuat kehamilan alami maupun inseminasi tidak memungkinkan, sehingga program IVF menjadi satu-satunya pilihan medis untuk memperoleh kehamilan.

Baca juga: Kondisi Kesehatan Ibu Berdampak pada Stabilitas Psikologis Keluarga

Rifky mengatakan keputusan menjalani program bayi tabung sebenarnya telah dipertimbangkan sejak 2022. Namun, keduanya baru memulai proses secara penuh pada 2025 setelah mempersiapkan kondisi mental dan emosional.

“Perjalanan kami mendapatkan buah hati bukan proses yang mudah. Kami belajar untuk tetap kuat, pasrah, tetapi tidak menyerah. Setelah mencari banyak referensi dokter dan profesor untuk program IVF, akhirnya kami merasa cocok dengan Smart Fertility Clinic. Kami juga memilih Primaya Evasari Hospital karena sejak awal merasa nyaman dan benar-benar didampingi, mulai dari program kehamilan hingga proses persalinan,” ujar Rifky.

Program IVF dimulai pada Februari 2025 melalui prosedur Ovum Pick Up (OPU), kemudian dilanjutkan dengan Frozen Embryo Transfer (FET) pada September 2025. Dua minggu setelah transfer embrio, kantong kehamilan mulai terlihat sebagai tanda awal keberhasilan program.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Primaya Evasari Hospital, dr. Darma Syanty, Sp.OG., Subsp. FER., menjelaskan bahwa IVF menjadi pilihan terbaik pada kasus kerusakan tuba yang sudah tidak dapat berfungsi.

“Setiap pasangan memiliki tantangan fertilitas yang berbeda. Pada kondisi tuba yang sudah tidak dapat berfungsi, IVF menjadi opsi terbaik untuk memperoleh kehamilan. Dalam perjalanan Rifky dan Yulia, yang paling berkesan adalah bagaimana mereka menjalani seluruh proses dengan penuh harapan dan dukungan keluarga yang kuat. Apalagi pada kasus ini hanya ada satu embrio yang berhasil, sehingga kehamilan yang terjadi menjadi anugerah yang sangat berarti,” jelasnya.

CEO Smart Fertility Clinic, dr. Laura Leandra Setiawan mengatakan pihaknya bersyukur dapat mendampingi perjalanan pasangan tersebut hingga berhasil memperoleh buah hati.

“Kami bersyukur dapat menjadi bagian dari perjalanan Rifky dan Yulia. Semoga kisah ini dapat memberikan harapan dan semangat bagi pasangan lain yang tengah berjuang mendapatkan buah hati,” ujarnya.

Selain keberhasilan program IVF, proses persalinan Yulia juga didukung layanan maternal terintegrasi di Primaya Evasari Hospital. Dalam proses persalinan, pasien mendapatkan metode ERACS (Enhanced Recovery After Cesarean Surgery) yang dikombinasikan dengan TAP Block untuk membantu mengurangi nyeri pascaoperasi dan mempercepat pemulihan.

Baca juga: Perempuan Ternyata Lebih Berisiko Mengalami Autoimun

Rifky mengaku pengalaman persalinan tersebut menjadi momen yang sangat berkesan bagi keluarganya. “Saya bisa ikut mendampingi langsung proses persalinan. Setelah melahirkan, istri saya juga tetap mendapatkan perhatian dan pendampingan selama masa pemulihan sehingga proses recovery terasa lebih nyaman,” katanya.

Direktur Primaya Evasari Hospital, dr. Wily Kurniady, MARS menegaskan bahwa layanan kesehatan ibu dan anak membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari program fertilitas hingga proses pemulihan pascapersalinan.

“Kami percaya pengalaman pasien tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan tindakan medis, tetapi juga kualitas pendampingan selama proses perawatan. Karena itu, kami terus memperkuat layanan Women & Child Center sebagai bagian dari layanan unggulan Primaya Hospital Group,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *