UI vs Binus: Adu Gagasan untuk Masa Depan Desa Wisata Tomohon
Jakarta, 2 Juni 2026 – Desa Kakaskasen Dua di Tomohon, Sulawesi Utara, dikenal sebagai salah satu desa wisata unggulan Indonesia. Berada di antara Gunung Lokon dan Mahawu, kawasan ini menawarkan panorama alam pegunungan, wisata religi, hingga sentra bunga yang menjadi bagian penting dari Tomohon International Flower Festival (TIFF) setiap tahun.
Namun di balik potensinya, desa yang meraih Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023 tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan. Mulai dari penguatan kapasitas digital pelaku UMKM, pengembangan wisata berkelanjutan, pelestarian budaya lokal, hingga peningkatan keterlibatan generasi muda dalam pembangunan desa.
Persoalan-persoalan itu kini menjadi fokus dua tim mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) dan Binus University dalam ajang Genera-Z Berbakti 2026. Keduanya bersaing menawarkan program pengabdian masyarakat yang dinilai mampu memberikan dampak nyata bagi Desa Kakaskasen Dua.
Tim KATALIS dari Universitas Indonesia menyoroti belum terintegrasinya pengembangan sektor pariwisata dan UMKM di desa tersebut. Untuk menjawab tantangan itu, mereka menawarkan tiga program utama.
Pertama, Artha-Floria, berupa pelatihan pembuatan produk eco-print dan pengembangan kemasan ramah lingkungan. Kedua, Nature Experience, yang berfokus pada pengembangan konsep wellness tourism sekaligus peningkatan kapasitas pelaku wisata lokal. Ketiga, Cerita Desa Wisata Kakaskasen Dua, sebuah platform digital berbasis website yang dilengkapi fitur peta interaktif untuk mengangkat cerita dan potensi desa.
Sementara itu, Tim AKSARA dari Binus University mengangkat isu regenerasi budaya, rendahnya nilai tambah produk UMKM, serta keterbatasan promosi sebagai tantangan utama desa.
Mereka menawarkan program Youth Cultural Initiative untuk melibatkan generasi muda dalam pelestarian budaya lokal, Klaster Bersama Matuari yang berfokus pada pendampingan dan penguatan UMKM, serta Minaesa Platform, sebuah platform digital yang dirancang untuk menghubungkan aktivitas ekonomi dan pelestarian budaya dalam satu ekosistem.
Menurut Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, Genera-Z Berbakti menjadi ruang bagi generasi muda untuk menguji gagasan sekaligus berkontribusi langsung kepada masyarakat.
“Genera-Z Berbakti merupakan ruang bagi generasi muda visioner untuk berkolaborasi langsung dengan masyarakat. Kami berharap inovasi yang dibawa tim Universitas Indonesia dan Binus University mampu mengoptimalkan potensi pariwisata alam, ekonomi kreatif, dan kebudayaan di Desa Kakaskasen Dua. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan kami dalam menyiapkan pemimpin masa depan yang kompeten, berintegritas, dan mampu membawa dampak positif bagi bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Hera.
Kedua tim kini memperebutkan kesempatan untuk mengimplementasikan program mereka secara langsung di Desa Kakaskasen Dua. Selain penilaian dewan juri, masyarakat juga dapat memberikan dukungan melalui pemungutan suara untuk menentukan tim favorit dalam kategori Fan Favourite Team.
Lebih dari sekadar kompetisi, Genera-Z Berbakti memperlihatkan bagaimana desa wisata tidak hanya membutuhkan promosi, tetapi juga gagasan yang mampu menghubungkan pariwisata, ekonomi lokal, budaya, dan teknologi dalam satu strategi pembangunan yang berkelanjutan.
