Jelang Idul Adha Grab Berangkatkan 105 Mitra Driver Umrah Gratis
Jakarta, 26 Mei 2026 — Di tengah ritme jalanan yang padat dan order yang tak pernah benar-benar berhenti, ada mimpi yang selama ini dipendam banyak mitra pengemudi: menjejakkan kaki di Tanah Suci. Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, mimpi itu menjadi nyata bagi 105 mitra pengemudi Grab dari berbagai daerah di Indonesia.
Melalui program BERKAH (Berangkat Umrah), Grab Indonesia mengumumkan 100 mitra pengemudi baru yang akan diberangkatkan umrah pada 2026. Jumlah itu melengkapi lima penerima sebelumnya yang diumumkan saat Ramadan lalu, sehingga total ada 105 mitra pengemudi yang memperoleh kesempatan menjalankan ibadah umrah secara gratis.
Program ini menjadi bagian dari inisiatif besar “Grab untuk Indonesia: Dukungan untuk Mitra Pengemudi dalam 3 Babak”, sebuah program bernilai lebih dari Rp100 miliar yang diluncurkan sejak awal 2026.
Jika sebelumnya Grab memberi perlindungan melalui akses gratis BPJS Ketenagakerjaan dan menyalurkan Bonus Hari Raya (BHR) kepada ratusan ribu mitra, kali ini bentuk apresiasi hadir dalam dimensi yang lebih personal—bahkan spiritual.
Baca juga: Jaga Mitra Tetap Prima, Gojek Fasilitasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Bagi banyak pengemudi, umrah bukan sekadar perjalanan ibadah, tetapi impian panjang yang kerap tertunda oleh kebutuhan sehari-hari.
“Kami percaya bahwa dukungan untuk Mitra Pengemudi dapat hadir dalam berbagai bentuk. Setiap hari, mereka menempuh perjalanan, mengantarkan penumpang, makanan, dan barang, sekaligus membawa nilai kebaikan dalam setiap interaksi,” ujar CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi.
Menurut Neneng, program BERKAH menjadi bentuk apresiasi yang melampaui insentif finansial. Grab ingin menghadirkan rasa terima kasih yang lebih bermakna bagi para mitra yang dinilai tak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki dedikasi sosial di tengah masyarakat.
“Setelah BHR pada momentum Idulfitri, Program BERKAH hadir menjelang Iduladha sebagai bentuk apresiasi berkelanjutan bagi Mitra Pengemudi,” katanya.
Beri Kesempatan yang Setara
Program BERKAH berlangsung melalui mekanisme kompetisi sejak 1 April hingga 15 Mei 2026. Mitra pengemudi roda dua maupun roda empat dari berbagai wilayah Indonesia mengikuti seleksi berdasarkan capaian performa.
Namun Grab mencoba menghindari persaingan yang timpang antarwilayah. Karena itu, sistem klaster diterapkan agar pengemudi di kota besar maupun daerah operasional kecil memiliki peluang yang sama.
Penilaian dilakukan melalui sejumlah indikator seperti jumlah order, jam online, hari aktif, hingga tingkat penyelesaian perjalanan, dengan jumlah order menjadi faktor utama.
Pendekatan ini membuat peluang tidak hanya terpusat di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, atau Bandung, tetapi juga menjangkau wilayah seperti Kupang, Sorong, hingga Manokwari.
Dari Relawan hingga Tulang Punggung Keluarga
Di balik angka 105 penerima program, tersimpan cerita personal yang berbeda-beda. Salah satunya adalah Mpok Fika, mitra pengemudi sekaligus relawan juru bahasa isyarat yang aktif membantu komunitas tuli. Ada pula Jonathan dari wilayah pinggiran Manado yang dikenal aktif membangun komunitas di daerah sulit dijangkau.
Baca juga: Konektivitas Digital Berkontribusi pada Pertumbuhan Ekonomi dan Pemerataan Akses
Nama lain seperti Yusuf juga mencuri perhatian karena mendirikan komunitas relawan untuk membantu keluarga prasejahtera, lansia, hingga pedagang kecil. Sementara Syamsudin tetap bekerja sejak 2017 meski hidup dengan keterbatasan fisik.
Bagi para penerima, program ini menjadi sesuatu yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya. “Saya sangat senang dan bersyukur atas program BERKAH dari Grab. Sebelumnya, saya tidak pernah membayangkan bisa berangkat ke Tanah Suci,” kata Mpok Fatmasari, salah satu mitra pengemudi perempuan Grab yang terpilih.
Ia mengaku kesempatan tersebut menjadi penyemangat untuk terus bekerja sekaligus memperbaiki kualitas ibadahnya.
Keberangkatan para mitra dijadwalkan berlangsung secara bertahap sepanjang 2026, mengikuti regulasi dari pemerintah Indonesia dan Arab Saudi. Selama proses ibadah, peserta akan didampingi muthawif berpengalaman serta mitra perjalanan resmi yang ditunjuk Grab.
